alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Ratusan Pedagang di Jepara Diusulkan Dapat Bantuan Sosial

29 Juli 2021, 14: 46: 29 WIB | editor : Ali Mustofa

DIJATAH: Salah satu kegiatan perdagangan salah satu pasar di Jepara. Sebanyak 203 pedagang dan PKL direncanakan dapat bantuan sosial dari provinsi.

DIJATAH: Salah satu kegiatan perdagangan salah satu pasar di Jepara. Sebanyak 203 pedagang dan PKL direncanakan dapat bantuan sosial dari provinsi. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA – Sebanyak 203 orang pedagang diusulkan memperoleh bantuan sosial bulan ini dan Agustus. Mereka pedagang dan PKL (pedagang kaki lima) di lokasi wisata. Bantuan tersebut diambil dari APBD Provinsi Jawa Tengah. Namun, sejauh ini Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (DinkopUKMnakertrans) Jepara belum bisa pastikan bentuk bantuannya.

Kepala DinkopUKMnakertrans Jepara Samiadji mengaku surat resmi yang membahas bantuan tersebut belum ada. Namun, rencananya bantuan tersebut berupa uang. ”Rencananya seperti itu, tapi kami belum tahu. Sejauh ini sekadar mengajukan data,” ujarnya.

Kriteria penerimanya khusus para pedagang pasar dan PKL di tempat wisata yang ditutup total. Mulai dari Pantai Kartini, Pantai Bandengan, hingga Benteng Portugis. Sekitar 203 yang terdaftar. Datanya diperoleh kerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara.

Baca juga: Siswa MTsN 1 Jepara Sabet 16 Medali dan 22 Medali dalam Sebulan

Namun, sejauh ini proses pencairannya belum jelas. ”Karena belum ada surat resminya,” pungkas Samiadji.

Selain itu, ia belum bisa memastikan apakah 203 pedagang yang terdaftar tersebut memperoleh bantuan atau tidak. Karena pihaknya hanya ditugaskan untuk menyajikan data. Sedangkan verifikasi dipegang oleh pihak Provinsi Jawa Tengah.

Bantuan tersebut untuk mengurangi beban para pedagang terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Sementara bantuan tersebut diberikan untuk para pedagang dan PKL di tempat wisata yang ditutup. Di luar itu tidak dapat. ”Bila ada kecemburuan ya boleh-boleh saja. Memang petunjuknya seperti itu. Yang lainnya barangkali juga sudah dapat dari BPUM dan lain-lain,” pungkas Samiadji. (rom)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP