alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Penanganan Kasus Covid-19 di Kudus Pantas Jadi Panutan Daerah Lain

29 Juli 2021, 11: 03: 02 WIB | editor : Ali Mustofa

JADI PERTIMBANGAN: Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo (dua dari kanan) menjelaskan terkait tak turunnya level 4 PPKM di Kudus.

JADI PERTIMBANGAN: Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo (dua dari kanan) menjelaskan terkait tak turunnya level 4 PPKM di Kudus. (GALIH ERLAMBANG WIRADINATA/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Pemerintah pusat masih belum menurunkan Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat di Indonesia (PPKM) level 4 menjadi 3 atau 2 di Kabupaten Kudus. Meskipun jumlah kasus penyebaran Covid-19 di Kota Kretek melandai dan di website Corona Jateng sudah level 2. Ini merupakan kebijakan aglomerasi dan pertimbangan menjadi kawasan industri.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo saat melakukan kunjungan ke Pendapa Kabupaten Kudus kemarin menyatakan, kondisi di Semarang Raya merupakan kawasan industri. Diharapkan untuk penurunan level PPKM-nya bisa turun bersamaan.

Dengan penurunan level di Kudus menjadi PPKM level 3 secara aturan memperbolehkan membuka mal. Hal ini dikhawatirkan masyarakat Semarang akan berbondong-bondong ke Kudus. Sebab, Semarang masih level 4 yang mengharuskan menutup mal. ”Itu akan membuat angka Covid-19 di Kudus meningkat lagi. Kami berharap angka Covid di Semarang Raya bersama-sama melandai. Lalu level PPKM-nya bisa turun bersamaan," katanya kemarin.

Baca juga: Menko Airlangga: Tahun Ini Ekonomi Kembali Bangkit

Dalam kunjungannya ke Kota Kretek kemarin, dirinya juga menyampaikan apresiasi dan belajar atas keberhasilan penanganan Covid-19 di Kabupaten Kudus. Diharapkan penerapan itu bisa diaplikasikan ke kota lain. ”Ini (penanganan Covid-19 di Kudus, Red) diharapkan bisa dicontoh daerah lain," harapnya.

Dia menjelaskan, ada beberapa prinsip poin penerapan kebijakan penurunan angka penderita Covid-19 yang harus diterapkan di daerah lain. Antara lain, sinergisitas pemerintah daerah, transparansi data, dan eksekusi kasus korona yang cepat. Indikator itulah yang nantinya menjadi bahan pembelajaran.

Bupati Kudus Hartopo menambahkan, saat ini kasus harian Covid-19 dan angka kematian di Kabupaten Kudus rendah. Di website Corona Jateng indikatornya sudah masuk ke level 2.

”Untuk 3T masuk dalam level 4. Saya meminta untuk disampaikan ke presiden untuk masalah level ini," pintanya kepada Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo kemarin. 

(ks/gal/mal/top/JPR)

 TOP