alexametrics
Minggu, 24 Oct 2021
radarkudus
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Menko Airlangga: Tahun Ini Ekonomi Kembali Bangkit

29 Juli 2021, 10: 24: 44 WIB | editor : Ali Mustofa

JADI KEYNOTE SPEAKER: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Webinar Berita Satu yang bertemakan “Tahun Kebangkitan Emiten” di Jakarta (27/7) lalu.

JADI KEYNOTE SPEAKER: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Webinar Berita Satu yang bertemakan “Tahun Kebangkitan Emiten” di Jakarta (27/7) lalu. (WWW.EKON.GO.ID)

Share this      

JAKARTA – Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia sejak akhir Juni lalu telah mendorong pemerintah memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat lebih ketat. Pemantauan dan evaluasi dinamika di lapangan terus dilakukan untuk dapat memberikan respon yang optimal. Termasuk di bidang ekonomi. Pemerintah memproyeksikan ekonomi Indonesia akan rebound pada 2021 dengan laju pertumbuhan di kisaran 3,7 sampai 4,5 persen.

Momentum pemulihan ekonomi diharapkan dapat segera kembali menguat. Penguatan permintaan domestik yang tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen Juni 2021 yang berada di level 107,4 dan diharapkan tetap berada di level optimis. Di saat yang sama, penguatan ini juga diharapkan dapat direspon produsen dengan menjaga aktivitas produksinya, agar tetap berada di level ekspansif. Seperti yang tercermin dari Indeks PMI Manufaktur sejak November 2020.

Melalui refocusing anggaran Program PEN 2021 menjadi Rp 744,75 triliun, pemerintah berupaya mengoptimalkan program kesehatan dan perlindungan sosial dalam menjaga daya beli dan meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat. Program insentif usaha, dukungan UMKM dan korporasi, serta program prioritas juga akan terus diberikan sebagai bagian dari program PEN. Dengan tujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha. Termasuk emiten yang ada di pasar modal.

Baca juga: Asyik Bedah Cerpen dengan TPS Berbantuan Google Slide

“Pemulihan yang tengah berlangsung di sepanjang 2021 telah berkontribusi terhadap perbaikan kinerja emiten,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Webinar Berita Satu yang bertemakan “Tahun Kebangkitan Emiten” di Jakarta (27/7).

Surplus neraca perdagangan yang telah berlangsung selama 14 bulan berturut-turut serta defisit transaksi berjalan yang terjaga dengan baik, turut memperkuat resiliensi ekonomi Indonesia terhadap pandemi. Saat yang bersamaan, nilai tukar dan IHSG telah membaik dibandingkan awal pandemi 2020. Masing-masing berada di level Rp 14.493,00/USD dan 6.101 per 25 Juli 2021.

Capaian ini didukung optimisme investor terhadap perekonomian Indonesia. Tercermin dari aliran modal asing yang telah kembali masuk USD 1,4 miliar di sepanjang 2021.

Capital inflow di sepanjang tahun ini, telah memperkuat fundamental pasar saham. Di mana kapitalisasi pasar saham tumbuh mencapai Rp 7.172,00 triliun per 21 Juli 2021. Sebanyak 26 emiten baru telah melakukan IPO di 2021, sehingga turut berkontribusi memperkuat supply pasar saham. Sementara itu, basis investor yang telah tumbuh positif mencapai 5,6 juta investor telah memperkuat demand pasar saham di tengah pandemi.

”Pasar modal dan pasar saham mempunyai peranan yang sangat krusial terhadap pemulihan ekonomi kita. Optimisme yang terjaga pada seluruh emiten akan memberikan kontribusi positif terhadap prospek ekonomi Indonesia. Pemerintah memproyeksikan ekonomi Indonesia akan rebound pada 2021 dengan laju pertumbuhan di kisaran 3,7 sampai 4,5 persen,” ungkapnya.

Pemerintah juga telah memberikan dukungan berupa Program Penempatan Dana dan Penjaminan Kredit untuk mendorong kinerja sektor riil. Termasuk emiten di pasar modal. Diharapkan melalui dua program ini, perbankan mampu meningkatkan penyaluran kredit ke sektor riil. Hingga 9 Juli 2021, Bank Himbara, Bank Syariah, dan BPD telah menyalurkan kredit Rp 404,53 triliun.

“Momentum pemulihan ini, perlu kita pertahankan bersama. Perbaikan permintaan domestik tentunya akan berperan besar terhadap perbaikan kinerja emiten. Saya yakin dengan penguatan sinergi dan koordinasi yang baik antara pemerintah dengan seluruh stakeholders dapat kita capai,” tutup Menko Airlangga. (ag/fsr/hls)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP