alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Tak Perlu Ribet, Cetak Adminduk Kini Cukup lewat ADM

29 Juli 2021, 10: 00: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

KUDUS INOVATIF: Bupati Jepara Dian Kristiandi berhasil cetak KTP di Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) di Mal Pelayanan Publik Jepara kemarin. Warga tak perlu ke kantor Dukcapil.

KUDUS INOVATIF: Bupati Jepara Dian Kristiandi berhasil cetak KTP di Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) di Mal Pelayanan Publik Jepara kemarin. Warga tak perlu ke kantor Dukcapil. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR)

Share this      

JEPARA – Mencetak surat adminis­trasi kependudukan di Kabupaten Jepara tak usah ribet ke kantor Disdukcapil. Cukup lewat Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) yang diluncurkan Disdukcapil Jepara kemarin. 

Cetak adminduk yang bisa dicetak di ADM. Seperti kartu keluarga, akte kelahiran, akte kematian, KTP elektornik,  dan Kartu identitas Anak (KIA). 

Alat itu diresmikan Bupati Jepara Dian Kristiandi di Mal Pelayanan Publik Jepara kemarin.

Baca juga: Kunjungan Lesu, Perajin di Kudus Fokus Kembangkan Ekonomi Kreatif

Bupati juga sempat mencoba fitur cetak KTP elektronik di mesin ADM tersebut. Butuh waktu paling cepat dua menit. Sementara untuk KK, akte kematian, dan akte kelahiran cukup hitungan detik. 

Salah satu warga asal Desa Karanggondang, Mlonggo, Febri Arianto mencetak akte kematian ayahnya di mesin ADM tersebut. ”Tinggal daftar lewat online lalu masukkan barcode dan PIN. Baru cetak,” kata Febri.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil  (Disdukcapil) Kabupaten Jepara Sri Alim Yuliatun mengatakan penggunaan mesin ADM salah satu upaya mewujudkan visi besar Ditjen Dukcapil Kemendagri. Yaitu Dukcapil Go Digital. 

Dalam Dukcapil Go Digital ini, semua pela­yanan adminduk diarahkan untuk memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Agar pelayanan semakin cepat, mudah, murah, dan transparan.

”Penggunaan ADM ini juga sejalan dengan upaya kami membudayakan kebiasaan baru di masa pandemi. Dengan mengurangi sebanyak mungkin kontak fisik antar manusia. Harapannya tentu selain kualitas pelayanan semakin meningkat, juga pandemi segera berakhir,” kata Alim.

Selain itu penggunaan ADM bisa menghemat anggaran daerah. 

Ia menyontohkan, pihaknya mengirim berkas kependudukan yang diajukan masyarakat melalui jasa pengiriman. Sampai Agustus nanti, anggarannnya mencapai Rp 300 juta. Sementara untuk pengadaan mesin ADM seniali Rp 200 juta.

Sementara itu, Bupati Jepara Dian Kristiandi  dalam sambutannya meminta agar Disdukcapil terus berinovasi. Agar memudahkan pelayanan adminduk. Pihaknya berharap agar kinerja yang sudah baik tersebut terus ditingkatkan. Bukan karena target nasional tetapi tuntutan masyarakat yang meminta pelayanan prima.

Terkait dengan penggunaan ADM, karena ini merupakan hal baru di Jepara agar terus disosialisasikan secara masif kepada masyarakat. Agar penggunaan mesin bisa optimal. ”Sekilas mesin ini sama dengan mesin ATM tetapi ternyata ada beberapa perbedaan operasionalnya, karena menyangkut data kependudukan. Untuk itu, masyarakat harus terus didampingi dalam penggunaan mesin ini bisa optimal,” kata Andi.

Ia berharap tim anggaran daerah dapat mengalo­kasikan anggaran pengadaan mesin ADM sejenis tahun depan. Ditempatkan di tiap kecamatan. Sehingga masyarakat semakin mudah mengakses pengurusan administrasi kependudukan. (gop)

(ks/zen/war/top/JPR)

 TOP