alexametrics
Minggu, 24 Oct 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Kunjungan Lesu, Perajin di Kudus Fokus Kembangkan Ekonomi Kreatif

29 Juli 2021, 10: 00: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

ALTERNATIF PENUNJANG: Untuk mendongkrak pariwisata yang saat ini mati suri karena PPKM darurat yang diterapkan pelaku ekonomi kreatif yang menjadi penunjang mempromosikan colo kepada masyarakat.

ALTERNATIF PENUNJANG: Untuk mendongkrak pariwisata yang saat ini mati suri karena PPKM darurat yang diterapkan pelaku ekonomi kreatif yang menjadi penunjang mempromosikan colo kepada masyarakat. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus meminta desa wisata untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif. Hal ini untuk menanggulangi dampak penutupan wisata di tengah masa PPKM level 4.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Bergas Catursasi Penanggungan melalui Kasi Promosi Wisata Esti Aristiana S menyatakan, di tengah pembatasan pemberlakuan aturan itu diharapkan ada penunjang pergerakan ekonomi. Salah satunya mengembangkan potensi kerajinan di wilayahnya.

Di samping itu, pengandalan kunjungan wisatawan ke lokasi belum bisa dilakukan. Untuk itu dinas mendorong pelaku ekonomi kreatif mengembangkan usahanya.

Baca juga: Unik, Desain Terminal Bandara Abdurrahman Wahid seperti Pohon Jati

“Mengandalkan kunjungan nol besar, untuk itu kami menggerakkan ekonomi kreatif,” katanya.

Dia menyebut ada beberapa desa yang dianggap sigap menghadapi keterbatasan aturan PPKM level 4. Salah satunya Desa Janggalan yang membuat kerajinan peci goni.

Selain itu, Desa Japan juga mengembangkan potensi selain destinasi wisata. Juga kopi muria.

Kepala Desa Janggalan Noor Azis menyatakan, selalu meningkatkan dan mendorong Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayahnya untuk selalu berkembang. Selain itu, pihaknya membantu promosi ke semua lini dan jaringan.

“Ini untuk mengangkat ekonomi masyarakat, selain peci goni ada batik yang motifnya asli buatan Janggalan dan punya filosofi tersendiri,” katanya.

Desa Janggalan juga menjadi desa wisata. Di sana ada suguhan jelajah tempo dulu, rumah adat, dan kuliner. Selain itu kawasan tersebut masuk dalam wisata heritage. (iwn)

(ks/mal/gal/top/JPR)

 TOP