alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Kebutuhan Oksigen di Jepara Turun

28 Juli 2021, 12: 56: 14 WIB | editor : Ali Mustofa

BERKURANG: Hartoyo, salah satu agen isi ulang oksigen asal Demeling, Mlonggo, Jepara, tengah menata oksigen untuk kebutuhan medis masyarakat kemarin.

BERKURANG: Hartoyo, salah satu agen isi ulang oksigen asal Demeling, Mlonggo, Jepara, tengah menata oksigen untuk kebutuhan medis masyarakat kemarin. (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA – Kebutuhan oksigen masyarakat di Jepara mulai menurun sejak beberapa waktu lalu. Salah satu agen di Mlonggo Jepara, sekarang ini oksigen di tempatnya habis dalam waktu sekitar dua hari. Padahal dua pekan lalu pasokan oksigen tersebut habis dalam waktu sekitar lima jam.

Hal itu seiring menurunnya kasus aktif Covid-19 di Jepara. Kemarin tersisa 436 kasus aktif. Angka tersebut jauh menurun dibanding Juni lalu yang menyentuh angka sekitar 2.000 kasus aktif.

Meski begitu, agen di Jepara justru masih menerima pelanggan dari daerah luar Jepara.

Baca juga: HUT ke-280 Rembang, Abdul Hafidz: Ayo Sabar lan Syukur, Ojo Nggersulo

Salah satunya Hartoyo, agen pengisian oksigen di Demeling, Mlonggo. Beberapa waktu terakhir ia sempat menerima pelanggan dari luar daerah. Mulai dari Juwana, Pati; Sragen; hingga Yogyakarta. ”Yang Sragen terakhir kemari Minggu (25/7) kemarin,” ujarnya.

Dari keterangan pelanggan tersebut kepada Hartoyo, kebutuhan oksigen di daerah tersebut sulit. Sehingga terpaksa datang hingga Jepara.

Namun hingga kemarin dirinya belum mengetahui kondisi terbaru dari pelanggannya tersebut. ”Ada tiga kemungkinan. Satu pasokan oksigen di sana (Sragen, Red) tercukupi. Atau pasiennya sembuh, atau mungkin meninggal,” ungkap Hartoyo.

Meski masih melayani pelanggan dari luar kota, dirinya mengaku permintaan refill oksigen di tempatnya telah banyak berkurang. Itu dirasakannya mulai sepekan lalu. Di tempatnya ada sekitar 20 tabung oksigen ukuran enam meter kubik untuk refill.

Meski ada penurunan permintaan refill oksigen, dirinya tetap memberangkatkan armada untuk isi ulang di Semarang setiap hari. Namun sekali pemberangkatan tidak sebanyak saat terjadi lonjakan kasus Covid-19 beberapa waktu lalu. Saat itu, sekali berangkat membawa sekitar 30 tabung oksigen ukuran 6 meter kubik.

Dari pantauan di rumahnya di Demeling, Mlonggo, kemarin, terdapat pikap bermuatan tabung oksigen ukuran 6 meter. Tabung-tabung itu baru saja datang dari Semarang untuk isi ulang.

Tersisa satu hingga dua orang pelanggan yang hendak mengisi ulang tabung oksigen. Ukurannya ada satu meter kubik dan enam meter kubik. Pelanggan tersebut ada berasal dari Keling dan Mlonggo. Kebutuhan oksigen itu digunakan untuk perawatan orang sakit di rumah mereka dengan keluhan sesak nafas. (rom)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP