alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Grobogan
icon featured
Grobogan

Anggaran Dipangkas, Pembuatan RTH Grobogan Libur Dulu

28 Juli 2021, 11: 53: 06 WIB | editor : Ali Mustofa

TUGU BATAS: Tugu batas Kabupatan Grobogan- Kabupaten Blora usai dipercantik beberapa waktu lalu.

TUGU BATAS: Tugu batas Kabupatan Grobogan- Kabupaten Blora usai dipercantik beberapa waktu lalu. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)

Share this      

PURWODADI, – Tahun ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan tak menambah ruang terbuka hijau (RTH). Padahal hingga kini ketersediaan RTH baru mencapai 16,41 persen dari target 20 persen.

Kepala DLH Grobogan Nugroho Agus Prastowo mengatakan, adanya pandemi Covid-19 difokuskan untuk pemeliharaan. “Kami sempat mengusulkan penambahan RTH di taman batas Kabupaten Grobogan-Blora. Kemudian ada penataan alun-alun, pendirian taman lansia di belakang Kantor Kelurahan Purwodadi hingga penambahan RTH di beberapa turus jalan,” jelasnya.

Namun, meski sebagian sudah dibuatkan DED, pandemi memangkas anggarannya. “Taman lansia sudah dilakukan pematangan lahan pada 2019. Bahkan, sudah dibuatkan DED untuk pendirian berbagai macam tanaman dan berbagai fasilitas lansia. Namun anggarannya dipangkas. Kini pendirian beberapa taman tersebut sudah diserahkan ke DPUPR untuk pembangunannya,” paparnya.

Baca juga: Jawa Pos Radar Kudus Biro Rembang Dapat Kejutan Kue dari Semen Gresik

Selain itu, pengusulan penambahan RTH melalui pembangunan tugu batas kabupaten juga sudah ada DED yang dibuat sekitar Rp 90 juta. Namun, revitalisasi tugu dengan pagu pengerjaan sekitar Rp 690 juta ditunda. Bahkan, revitalisasi tugu batas kabupaten juga sudah dihitung penambahan RTH namun gagal mendapatkan anggaran.

Upaya terus dilakukan DLH untuk bisa menambah RTH di Kabupaten Grobogan. Targetnya di tahun ini bisa menambahkan sekitar 0,5 persen RTH atau sekitar 5 hektare. Jumlah tersebut terbilang cukup, mengingat luasan kota yang cukup luas.

Berbagai kendala itu membuat DLH tidak bisa optimal dalam mengejar capaian 20 persen dari target awal. “Kami hanya bisa merawat yang ada dan menambah beberapa tanaman kecil. Kami ada program pembibitan dalam menambah beberapa tanaman kecil itu. Kami terus menanam pohon di beberapa titik meski keterbatasan anggaran,” ujarnya. 

(ks/int/mal/top/JPR)

 TOP