alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Guru Update Informasi dan Teknologi

28 Juli 2021, 11: 14: 46 WIB | editor : Ali Mustofa

Juwarni, S.Pd.SD.; Guru Kelas SDN 1 Gondel, Kec. Kedungtuban, Kab. Blora

Juwarni, S.Pd.SD.; Guru Kelas SDN 1 Gondel, Kec. Kedungtuban, Kab. Blora (ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

SEIRING meningkatnya  jumlah status penderita Covid-19, maka pada tanggal 3-20 Juli 2021 diberlakukan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) di pulau Jawa dan Bali. Pelaksanaan pembelajaran tahun pelajaran 2021/2022 yang sekiranya akan mulai dilaksanakan pembelajaran tatap muka secara terbatas pun akhirnya dilaksanakan lagi secara daring.

Pelaksanaan pembelajaran daring di tengah pandemi Covid-19 memiliki dilema tersendiri bagi guru, siswa, maupun orang tua siswa. Namun pemilihan pembelajaran daring ini merupakan salah satu usaha pemerintah untuk memutus mata rantai dan mencegah penularan wabah penyakit Covid-19. Pembelajaran daring yaitu pembelajaran yang dilakukan secara online, menggunakan aplikasi pembelajaran maupun jejaring online. Pembelajaran daring dilakukan tanpa menggunakan tatap muka, tetapi melalui platform yang telah tersedia. Kebijakan penerapan pembelajaran  daring, menuntut kesiapan berbagai pihak, baik dari pemerintah, sekolah dan stockholder, pemangku jabatan, siswa, wali murid.  Pembelajaran daring dapat dilaksanakan dengan model interaktif berbasis internet dan learning managemen system. menggunakan aplikasi whatsapp, google classroom (kelas),  google form (untuk ulangan), google meet maupun zoom.

Guru dituntut untuk  mampu menguasai teknologi serta mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal itu untuk mengimbangi cepatnya perubahan sosial dan perkembangan teknologi. Perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat mengakibatkan ada banyak tantangan baru.  Guru juga dituntut untuk membekali anak didik dengan pengetahuan dan pendidikan yang mampu menjawab persoalan-persoalan di masa depan. Oleh karena itu, anak didik tak lagi sekedar mampu menghafal pelajaran. Lebih dari itu, siswa mesti diajarkan untuk menghayati dan menginternalisasi materi yang mereka pelajari. Dengan begitu, apa yang mereka pelajari kemudian dapat menjadi bekal untuk menghadapi masa depan.  Perkembangan jaman saat ini, hanya bisa diikuti dengan banyak membaca. Tuntutan penguasaan teknologi tak serta merta mengharuskan guru mengajar bermodal teknologi tinggi. Pendekatan-pendekatan sederhana yang disesuaikan dengan lingkungan sosial dan budaya setempat mesti digunakan agar materi ajar dapat dipahami siswa. Kreativitas guru dibutuhkan untuk bisa menyampaikan materi ajar.

Baca juga: Vaksinasi dan Disiplin Prokes, Langkah Krusial Keluar dari Pandemi

Saat ini di dunia teknologi pendidikan berkembang Interactive Whiteboard. Papan multi touch yang kaya fitur ini menggabungkan warna, gerak dan aktivitas suara yang terintegrasi dengan built-in speaker penguat suara stereo sebagai pendukung mata pelajaran.
Sarana ini memungkinkan pelaksanaan proses belajar mengajar menjadi aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Bahkan dapat dilakukan kapan saja baik di dalam maupun di luar ruang kelas sehingga proses pembelajaran menjadi sangat produktif dengan hasil akhir akselerasi penyerapan materi belajar yang sangat cepat dan bermutu tinggi.

Guru pada saat yang bersamaan juga bisa mengetahui apakah para siswa mengerti dan paham dengan apa yang diajarkannya. Saling berinteraksi, mengoptimalkan perangkat teknologi pendidikan yang terus berkembang, belajar tanpa ada batas ruang dan waktu adalah sebagian dari berbagai upaya meningkatkan pendidikan bagi para siswa. Selain tentunya para pengajar juga terus membekali diri dengan kemampuan-kemampuan terakhir dalam dunia pendidikan tingkat dunia.

Peran guru dalam pembelajaran tentunya sangatlah besar. Guru mesti memiliki inisiatif yang tinggi dalam mengarahkan dan menilai pendidikan. Bukan hanya itu, guru juga bertanggung jawab agar pendidikan bisa berlangsung dengan lancar dan baik. Namun seiring dengan berkembangnya zaman, guru juga harus menyadari tantangan-tantangan yang ada khususnya di era yang sudah serba digital seperti saat ini.

Bisa dibilang tantangan akan selalu ada mengikuti zaman dan seorang guru harus bisa menemukan solusinya agar tantangan yang ada bisa berdampak positif bagi perkembangan pendidikan di Indonesia. 

Di era yang serba digital ini, tantangan guru pun ada berbagai macam. Mereka harus menyesuaikan cara mengajar dengan kebutuhan generasi muda dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya