alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Tertunda 2 Pekan, Warga Kudus Ramai-ramai Antre Vaksinasi Dosis Kedua

27 Juli 2021, 21: 59: 43 WIB | editor : Ali Mustofa

SERBU VAKSIN: Warga menyerbu vaksinasi dosis kedua setelah tertunda dua pekan.

SERBU VAKSIN: Warga menyerbu vaksinasi dosis kedua setelah tertunda dua pekan. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Kudus  mulai tersedia setelah sekian lama tertunda. Masyarakat menggeruduk untuk mendapat suntikan kedua tersebut.

Dari pantauan, warga mengantre dan berpanas-panasan di halaman RSI Sunan Kudus kemarin. Mereka menunggu proses skrining dan vaksinasi dosis kedua.

Fandi salah satu warga Jepang mengaku mengalami penundaan penyuntikan dosis kedua. Sebelumnya ia diminta kembali menyuntikan dosis kedua pada Senin (19/7), namun saat itu vaksin belum tersedia.

Baca juga: Pemkab Rembang Raih Penghargaan Utama SDGs Tercepat Ke-2 Nasional

“Ini kembali lagi untuk suntik dosis kedua hari ini (kemarin, Red). Alhamdulillah tersedia,” katanya.

Direktur RSI Sunan Kudus Ahmad Syaifuddin menyatakan, vaksinasi dosis kedua sempat tertunda dua pekan. Hal ini disebabkan ketersediaan vaksin jenis Sinovac dosis kedua di Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus tak ada stoknya.

Pihaknya mengungkapkan dosis pertama disuntikan pada Senin (12/6) lalu. Ada sebanyak 500 masyarakat yang divaksin dosis kedua kemarin.

“Kebutuhan Vaksin dosis kedua di RSI sekitar 12. 996 ribu dosis, namun kini baru tercukupi sekitar 3 ribu dosis, kurangnya sekitar 10 ribuan,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, distribusi vaksin bisa oleh pemerintah bisa on time. Agar masyarakat bisa lancar dosis kedua.

Terpisah, Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi pada Dinas Kesehatan Kabupaten kudus, Anik Fuad mengatakan vaksin Sinovac untuk dosis kedua di Kudus mulai secara berangsur mulai datang. Terkini ada sebanyak 29 ribu vaksin untuk dosis kedua telah tiba. Sementara yang belum terpenuhi 30 ribu dosis. Belakangan sebelumnya DKK mengalami kekurangan vaksin sebanyak 61 ribu untuk dosis kedua.

“Ada 9.100 dosis kami serahkan ke Polres karena punya sasaran massal. 20 ribu lagi tiba kami alihkan ke semua Faskes karena banyak berkurang,” katanya.

Anik menambahkan, saat ini DKK terus berupaya untuk meminta vaksin dosis kedua dari Kemenkes. Untuk jelasnya pihaknya telah mendorong terkait pendistribusian itu untuk segera dikirim, akan tetapi jelasnya pihaknya masih menunggu. 

(ks/gal/mal/top/JPR)

 TOP