alexametrics
Minggu, 24 Oct 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Terdampak PPKM, Omzet Turun dan Tak Ada Pekerjaan Lain

27 Juli 2021, 21: 45: 22 WIB | editor : Ali Mustofa

PEDULI SESAMA: Sebanyak lima ribu paket sembako dibagikan ke komunitas pangkalan ojek, PKL, disabilitas, yatim piatu, kelompok pekerja transportasi, dan warga sekitar perusahaan Pura Group.

PEDULI SESAMA: Sebanyak lima ribu paket sembako dibagikan ke komunitas pangkalan ojek, PKL, disabilitas, yatim piatu, kelompok pekerja transportasi, dan warga sekitar perusahaan Pura Group. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Perpanjangan PPKM level empat dikeluhkan warga. Salah satunya penyandang disabilitas. Sebab omzet turun dan mereka tak memiliki alternatif pekerjaan.

Suryo salah satu anggota Forum Komunikasi Disabiltas Kudus (FKDK) sangat terdampak karena aturan PPKM di Kudus. Pria yang duduk di atas kursi roda itu menyatakan, harus menutup tempat jualannya pukul 20.00. Hal itu berdampak penurunan omzet.

Baca juga: PT BPR BKK Lasem Sukseskan Program Jaga Tangga dan Pinjaman 0 Persen

“Harapannya ada kelonggaran. Soalnya omzet saya turun. Ketika normal per hari bisa Rp 600 ribu. Ketika PPKM hanya Rp 300 ribu,” kata pemiliki angkringan itu.

Dia juga berharap ada relaksasi bantuan permodalan dari pemerintah daerah. “Beruntung saya dapat bantuan dari PT Pura,” terangnya.

Ketua FKDK Kudus Rismawan menyatakan, penyandang disabilitas paling terdampak dari PPKM ini. Sebab mereka hanya memiliki satu pekerjaan saja dan memiliki keterbatasan.

“Beruntung 110 anggota FKDK menerima bantuan sembako,” ungkapnya.

Bupati Kudus Hartopo mengapresiasi PT Pura yang membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. Langka positif tersebut diharapkan membantu meringankan beban warga Kudus.

“Ini bukan pertama kali saja. Namun sudah dibantu berkali-kali, saat bencana alam Pura juga ikut andil membantu,” terangnya.

Direktur Pura Grop Handoko mengatakan, pembagian sembako ada sebanyak 5 ribu paket kepada masyarakat  yang terdampak Covid-19 dan efek penerapan PPKM. Terkait sasaran pemberiannya, ditujukan kepada PKL, tukang ojek, kelompok disabilitas, yayasan yatim piatu, dan warga sekitar.

“Semoga apa yang Pura Peduli lakukan sedikit meringankan beban warga,” jelasnya.

Agar tetap menerapkan protokol kesehatan, bantuan itu didistribusikan kepada koordinator dan mengantar bantuan sembako ke titik lokasi yang sudah ditentukan. 

(ks/gal/mal/top/JPR)

 TOP