alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Bupati Pati Kesulitan Terapkan Pembatasan Pengunjung Selama 20 menit

27 Juli 2021, 15: 55: 50 WIB | editor : Ali Mustofa

DIREMBUK: Perpanjangan PPKM level IV dibahas sejumlah OPD di Pendapa Kabupaten Pati kemarin.

DIREMBUK: Perpanjangan PPKM level IV dibahas sejumlah OPD di Pendapa Kabupaten Pati kemarin. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Warung makan sudah diperbolehkan menerima pengunjung dengan batasan tertentu. Di antaranya, pembeli hanya tiga orang dan waktu makan maksimal 20 menit. Kebijakan ini berlangsung  selama perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV hingga 2 Agustus nanti.

Ini berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 dan Level 3 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati sendiri dilema dengan aturan tersebut. Menurut Bupati Pati Haryanto, kebijakan ini sulit diterapkan. Pasalnya, kebanyakan pengunjung antre hingga makan lebih dari 20 menit.

Baca juga: Kurangi Kepadatan, Lima Titik Penyekatan di Kudus Dibuka, Mana Saja?

Pihaknya melonggarkan aktivitas pedagang makanan buka hingga pukul 20.00. Dan boleh melayani makan di tempat. Kebijakan sebelumnya, warung makan hanya diperkenankan melayani take away atau delivery order.

”Misalnya ini beli sate, ayam bakar kan lama. Antre saja sudah 10 menitan. Belum makannya nanti sampai berapa? Apa iya nanti Satpol nunggu pembeli hingga 20 menit,” katanya.

Kata Haryanto, kebijakan PPKM ini tidak ada relaksasi (kelonggaran). Mau tidak mau harus diterapkan. Ini demi kebaikan bersama.
”Kata Pak Luhut tidak ada relaksasi ini. Memang ada dampak sosial. Tapi mau gimana lagi. Tetap akan diperpanjang PPKM ini. Untuk mencegah penularan covid-19,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Pati Sugiyono mengatakan, ini yang susah. Contoh kecilnya, jika pesan makanan antre tiga orang saja. Itu sudah jadi 15 menit. Belum lagi nunggu minuman dan makannya.

”Tapi yang paling utama itu penerapan protokol kesehatan. Tetap harus menjaga jarak. Nanti tempat duduk dan antre disiasati agar berjauhan,” imbuhnya,

Di samping itu, pihaknya tetap menjalankan operasi yustisi ini ke semua tempat. Pelaku usaha yang melanggar akan diberi teguran. ”Kami juga mengedukasi dan mengajak untuk tidak bosan-bosannya menjalankan Prokes ketat,” paparnya. (adr)

(ks/him/top/JPR)

 TOP