alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Pemkab Pati Kesulitan Atur Kapasitas Pasar

27 Juli 2021, 15: 46: 06 WIB | editor : Ali Mustofa

DIKUNJUNGI: Terlihat beberapa pengunjung di Pasar Puri Pati kemarin.

DIKUNJUNGI: Terlihat beberapa pengunjung di Pasar Puri Pati kemarin. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memberi kebijakan kapasitas sejumlah pasar maksimal 50 persen dari total kapasitas pasar. Namun, ini masih menjadi persoalan pihaknya. Belum bisa menemukan titik temunya.

Kebijakan ini berdasarkan rapat koordinasi yang pihaknya ikuti bersama dengan pemerintah pusat pada Rabu 21 Juli kemarin. Kata Bupati Pati Haryanto, agak susah kalau menentukannya. Soalnya, ini di lapangan. Bukan di kantoran.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menerapkan perpanjangan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berlevel empat hingga 25 Juli mendatang. Kemudian, untuk kebijakan pasar jam buka diperpanjang hingga pukul 13.00. Yang sebelumnya pukul 12.00. Selain itu, pengunjung ataupun pedagang dibatasi maksimal 50 persen dari total kapasitas pasar.

Baca juga: Sambil Patroli PPKM, TNI Droping Bantuan ke Warga Terdampak

”Agak susah ini kalau di lapangan, Mas.  Kalau 50 persen di birokrasi itu mudah. Yang terpenting ini protokol kesehatan (Prokes) harus ketat. Saya perintahkan tim untuk memantau setiap pagi. Itu setelah subuh. Soalnya, rata-rata pengunjung datangnya pagi,” kata Haryanto.

Sementara itu, Kepala Pasar Puri Kartono menyebutkan Pasar Puri berkapasitas total 1.000-an orang. Sedangkan untuk pengunjung rata-rata per hari sekira 400-an orang. ”Harapannya jangan diperpanjang. Soalnya ini pedagang. Kalau bisa Prokesnya saja yang diperketat,” harapnya.

Pihaknya juga telah memonitoring bersama Satpol PP kemarin pukul 05.30. Dia mengaku, ini sebagai bentuk upaya untuk penerapan Prokes. Tak hanya itu, pihaknya menyebar tim untuk memantau pergerakan pengunjung dan pedagang.

Sebelumnya, dia menyebut penataan pasar merupakan instruksi Pemkab Pati. Agar ditata dengan membuat jarak 1,5 meter untuk masing-masing lapak.

Kemudian setiap pintu masuk pasar dijaga petugas. Ini untuk memantau pergerakan pengunjung dengan menerapkan Prokes seperti pemakaian masker, cuci tangan, dan pengecekan suhu tubuh.

Namun, Prokes di pasar tersebut belum optimal. Saat wartawan ini memantau lokasi, tak ada petugas yang mengukur suhu. Beberapa pengunjung dan pedagang ada yang tak mengenakan masker. Adapula beberapa yang mulutnya saja yang dimaskeri. Wartawan ini masuk pasar juga tak ada petugas yang mengukur suhunya. Mereka hanya stand by di parkiran motor.

Walaupun kapasitas belum bisa dipastikan 50 persen, namun penurunan pengunjung dialami sejumlah pedagang. Sumarni, salah satu pedagang di Pasar Puri mengeluhkan hal tersebut. Pasalnya, penjualannya ini tak bisa maksimal. ”Biasanya saya berjualan mulai pukul 05.00 hingga pukul 13.00. Memang beda antara sebelum pandemi covid-19. Saat pandemi ini sepi. Kalau ramainya ya pukul 05.00-08.00. Tapi itu belum mesti. Banyak sepinya,” ujarnya. (adr)

(ks/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya