alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Stok Vaksin Covid-19 Kosong, Karyawan dan Pelamar Kerja Gigit Jari

Ramai-Ramai Minta Vaksin ke DKK Kudus

27 Juli 2021, 11: 58: 35 WIB | editor : Ali Mustofa

MINTA JADWAL VAKSIN: Leader Masak Pizza Hut Outlet Kudus Muhammad Abu Rizal (hem hitam) meminta keterangan vaksin pertama kepada Surveillance dan Imunisasi DKK Kudus Aniq Fuad kemarin.

MINTA JADWAL VAKSIN: Leader Masak Pizza Hut Outlet Kudus Muhammad Abu Rizal (hem hitam) meminta keterangan vaksin pertama kepada Surveillance dan Imunisasi DKK Kudus Aniq Fuad kemarin. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Beberapa perusahaan di Kabupaten Kudus telah mensyaratkan segera vaksin kepada para karyawan dan pelamar kerja. Akibat kebijakan itu para karyawan dan pelamar kerja ramai-ramai mendatangi Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus. Mereka meminta agar segera divaksin.

Tetapi para karyawan dan pelamar kerja itu harus gigit jari atau kecewa. Karena vaksinasi pertama hingga kini belum jelas kapan akan dilaksanakan. Karena vaksinasi dosis pertama kosong.

Baca juga: Airlangga Hartarto Ungkap Strategi Ekonomi Tetap Tumbuh Saat PPKM

Kepala DKK Kudus Badai Ismoyo melalui Kasi Surveillance dan Imunisasi Aniq Fuad menjelaskan karyawan swasta datang ke dinasnya. Mereka mengaku diminta perusahaannya harus vaksin dosis pertama.

Begitu juga para pelamar kerja. Mereka disyaratkan perusahaan yang dituju sudah vaksin minimal dosis pertama.

Aniq mengaku sudah menjelaskan kalau saat ini dosis pertama kosong. Hanya melayani dosis kedua.

”Tapi mereka (para karyawan dan pelamar kerja, Red) mengoyak-oyak kami (DKK, Red). Alasan mereka karena perintah dari atasan,” jelasnya.

Bahkan, para karyawan meminta DKK buat surat pernyataan dengan keterangan vaksin dosis pertama kosong. Tujuannya supaya perusahaan para karyawan atau pencari kerja percaya bahwa mereka sudah berusaha mencari vaksin.

”Kalau kami turuti mereka maka akan banyak yang meminta. Jadi kami tidak membuatkan,” jelasnya.

Aniq menambahkan kebutuhan vaksin dosis kedua masih kurang. Pihaknya, memperkirakan pekan dua Agustus bisa dimulai dosis pertama. Itu kalau droping vaksin kembali lancar.

Ia menyuruh beberapa karyawan untuk memberi pengertian kepada pimpinannya. Kondisi di Kudus memang lagi kosong sehingga bersabar. Rata-rata karyawan swasta yang datang ke DKK adalah perusahaan cabang.

”Mungkin yang dari pusat ada instruksi seluruh karyawan harus sudah vaksin seluruhnya,” paparnya.

Seperti yang dialami Leadar Masak Pizza Hut outlet Kudus Muhammad Abu Rizal. Dia mengaku sudah keliling di setiap puskesmas dan klinik. Tidak ada yang melayani dosis pertama. Semuanya dosis kedua. Dia bahkan sampai mendatangi DKK dan bertemu dengan Aniq untuk mempertanyakan kapan ada vaksin dosis pertama.

”Saya disuruh HRD untuk mempertanyakan kapan karyawan divaksin dosis pertama. Kalau tidak bisa kolektif karyawan disuruh mendatangi klinik, rumah sakit atau puskesmas. Saya datang ke DKK sudah dua kali dan ternyata juga masih sama belum ada vaksin dosis pertama,” ujarnya.

Ia mengatakan, diutus pimpinannya untuk mencari update terbaru sudah ada vaksinnya atau belum. Karena, jumlah karyawan di perusahannya Kudus 22 orang belum vaksin. Sementara perusahaan pusat sudah mengharuskan vaksin segera.

”Ini tadi kata pak Aniq Insyallah pekan kedua Agustus dijadwalkan vaksin dosis pertama. Tapi kalau dropingnya mencukupi. Yang penting saya laporan lebih dulu dan nanti akan saya update kembali,” jelasnya. 

(ks/san/zen/top/JPR)

 TOP