alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Perempuan Hamil di Jepara Tewas di Kamar Kos, Diduga karena Keguguran

27 Juli 2021, 11: 34: 40 WIB | editor : Ali Mustofa

SEPI: Penjaga kos Supriyono melihat kondisi salah satu kamar kosnya yang jadi TKP penemuan wanita tewas kemarin.

SEPI: Penjaga kos Supriyono melihat kondisi salah satu kamar kosnya yang jadi TKP penemuan wanita tewas kemarin. (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA – Perempuan hamil berinisial RYS, 20, ditemukan tewas di dalam kamar kosnya di RT 2/RW II, Desa Sengonbugel, Mayong, Jepara, sekitar pukul 19.00 Minggu (25/7). Saat ditemukan, kondisi korban setengah telanjang. Ada ceceran ketuban di sekitar korban.

Diduga perempuan tersebut meninggal akibat keguguran atau miskram. Korban tidak mendapat pertolongan saat alami miskram.

Sebelum kroban diketahu tewas, keluarga korban berusaha beberapa kali menghubungi korban lewat ponsel. Namun tak ada respon. Kemudian keluarganya menyuruh dua sepupu RSY EA, 23, dan DYL, 20, cek kamar kos korban. Lokasi kos sepupu dan pacar korban tak jauh dari kos RYS. 

Baca juga: HUT ke-280 Kabupaten Rembang: Tahlil hanya Satu Jam, Kirab 30 Menit

”Dua sepupu korban bersama pacar korban kemudian datang ke sini (kos, Red),” imbuh Supriyono penjaga kos ditemukannya korban.

Sesampai di kos, saudara dan pacar korban, menemukan RYS sudah meninggal. Kondisinya separo telanjang. Banyak berceceran ketuban.

Kejadian tersebut sempat mengagetkan keluarga korban. Juga menggegerkan warga yang tahu kejadian itu. Karena perempuan tersebut ditemukan dalam kondisi setengah telanjang.

Keterangan para saksi dan hasil visum, korban tengah hamil. Usia kandungan sekitar enam hingga tujuh bulan. Sedangkan kondisi tubuhnya lemas, namun tidak mendapat pertolongan. Korban diperkirakan meninggal 18 hingga 24 jam sebelum ditemukan sepupu dan pacar korban.

Usai divisum di RSUD RA Kartini, korban langsung diserahkan ke keluarganya di Desa Gunungrejo, RT 3/RW VI, Kelurahan Puncel, Dukuhseti, Pati.

Sementara itu di lokasi kos korban, di kamar nomor tiga dari barat masih terpasang garis polisi. Tidak ada kegiatan apapun di sana. Meski begitu terdapat beberapa warga berbelanja sayur di depan rumah penjaga kos.

Dari keterangan Supriyono, korban sehari-harinya korban jarang bersosialisasi. Hanya keluar kamar saat pagi hari untuk beli kebutuhan pokok. Dia tinggal di kos tersebut sendiri sejak Mei lalu. Sebulan yang lalu RYS keluar dari tempatnya bekerja, PT. HWI tak jauh dari tempatnya kos. Lalu pindah kerja.

”Dia awalnya kerja di pabrik garmen. Sudah sebulan ini katanya resign,” ujarnya.

KBO Satreskrim Polres Jepara IPDA Tarwidi menegaskan wanita tersebut meninggal dunia secara murni. Hasil visum tidak menunjukkan adanya kekerasan. ”Kekerasan tidak ada, namun saat ditemukan tubuh korban digigit banyak semut. Dari vagina keluar ketuban. Karena itu banyak darah berceceran di sekitar kurban,” ujarnya.

”Percakapan dari whatsapp korban, ia mengalami pendarahan sejak 23 Juli,” tandas IPDA Tarwidi. (rom)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP