alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

HUT ke-280 Kabupaten Rembang: Tahlil hanya Satu Jam, Kirab 30 Menit

27 Juli 2021, 11: 04: 42 WIB | editor : Ali Mustofa

KHIDMAT: Tahlil virtual dalam rangka hari jadi ke-280 Kabupaten Rembang diikuti dengan peserta terbatas di Pendapa Museum RA Kartini tadi malam. Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Rembang M Hanies Cholil Barro mengikuti secara virtual.

KHIDMAT: Tahlil virtual dalam rangka hari jadi ke-280 Kabupaten Rembang diikuti dengan peserta terbatas di Pendapa Museum RA Kartini tadi malam. Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Rembang M Hanies Cholil Barro mengikuti secara virtual. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Peringatan Hari Jadi ke-280 Kabupaten Rembang dibuka tadi malam. Mulai tahlil virtual yang dipimpin KH. Suarofudin Ismail Qoumas. Tahlil berlangsung hanya satu jam. Setelah itu dilanjut kirab 30 menit.

Hari ini, rangkaian kegiatan masih berlangsung. Singkat. Hanya peringatan daring yang diikuti forum komunikasi pimpinam daerah (formompimda).

Tahlil tadi malam dipusatkan di Pendapa Museum RA Kartini. Di situ hanya dihadiri beberapa orang. Kiai Syarof dan jajaran Dinas Kebudayaan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang. Sementara Bupati Rembang H. Abdul Hafidz, Wakil Bupati M Hanies Cholil Barro, Forkompimda, dan undangan lainnya mengikuti secara virtual.

Baca juga: Gus Mus: Pandemi Ini Wabah Kemanusiaan

Kepala Dinbudpar Rembang melalui Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinbudpar Rembang Purwono menyampaikan acara tahun ini memang banyak berbeda jika dibanding tahun lalu. Meskipun sama dalam situasi pandemi.

Batasan kegiatan peringatan hari jadi tahun ini dianggap lebih ketat. Sebab, pemerintah mengambil kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Sehingga, sejumlah rangkaian kegiatan yang dilaksanakan sebagaimana peringatan hari jadi tahun kemarin ditiadakan. Seperti ziarah ke makam para tokoh yang ada di Kota Santri ini.

”Tidak ada agenda ziarah ke makam leluhur. Mengikuti aturan prokes,” katanya.

Tadi malam, tahlil dan doa bersama diikuti seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah desa, lembaga sosial dan kemasyarakatan serta para awak media.

”Semuanya mengikuti dari rumah masing-masing. Di sini (pendapa, Red) maksimal lima orang,” imbuhnya.

Setelah tahlil, dilaksanakan kirab pusaka. Namun agenda ini memang tidak dipublikasikan. Setelah tahlilan selesai, acara yang disiarkan melalui platform streaming pun rampung. Kirab hanya berlangsung 30 menit. Dilaksanakam di kompleks museum. Hanya diikuti tujuh orang dari Dinbudpar dan organisasi kebudayaan.

”Tema pengajiannya adalah mendoakan leluhur agar untuk menuju Rembang Gemilang,” tuturnya.

Rangkaian hari jadi dilanjutkan hari ini. Tahun lalu, pagi hari dilaksanakan upacara virtual. Namun sekarang tidak diagendakan. Hanya pertemuan daring antar forkompimda sebagai bentuk peringatan. ”Pagi pukul 09.00. (Setelah itu) Selesai, tidak ada acara lagi,” jelasnya. 

(ks/vah/zen/top/JPR)

 TOP