alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Membuat Matematika Menjadi Asyik

27 Juli 2021, 10: 44: 49 WIB | editor : Ali Mustofa

Nunung Sri Riwayanti, S.Pd.SD.; Guru SDN Prigi, Kec. Todanan, Kab. Blora

Nunung Sri Riwayanti, S.Pd.SD.; Guru SDN Prigi, Kec. Todanan, Kab. Blora (ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

GURU memandang siswa adalah individu yang terus berkembang menuju proses pendewasaan. Oleh karena itu setiap guru dituntut untuk selalu memberi tantangan dengan menyodorkan sejumlah masalah baru kepada siswa untuk menyelesaikannya, termasuk pelajaran matematika. Karena pelajaran matematika mengajarkan pemecahan masalah tidak hanya untuk keperluan mata pelajaran matematika saja, tetapi matematika juga mendasari ilmu-ilmu yang lain. Dalam melakukan proses hitung menghitung, proses penentuan langkah efisien, penyelesaian masalah, menentukan logika kebenaran keputusan yang akan di ambil dan lain sebagainya. Hal inilah yang paling diajarkan di matematika. Jadi merupakan suatu kesempatan bagi siswa yang sedang dalam kondisi berkembang dalam berfikir, perlu dilatih secara terus menerus melakukan kegiatan melalui pembelajaran matematika.

Oleh karena itu, guru harus bisa menumbuhkan semangat belajar pada anak-anak didiknya. Agar bisa mencetak generasi penerus bangsa yang bisa bermanfaat dan membanggakan. Dengan cara memberi kesempatan bagi siswa untuk berfikir. Melatih secara terus menerus dengan metode-metode yang bisa membuat siswa merasa asyik untuk belajar matematika tanpa malas dan mengenal lelah.

 Seperti yang diutarakan oleh Fotana, belajar merupakan proses perubahan tingkah laku yang relatif tetap sebagai hasil dari pengalaman (Fotana, 1981 : 147) dan menurut konsep sosiologi dan pembelajaran adalah rekayasa sosio-psikologis untuk memelihara kegiatan belajar tersebut sehingga tiap individu akan belajar secara optimal dalam dalam mencapai tingkat kedewasaan dan dapat hidup bermasyarakat.

Baca juga: Cinta Terhalang Usia dan Gaji

Belajar disini contohnya adalah mempelajari pelajaran matematika. Di mana matematika menurut James (James dan James, 1976:210) dalam kamus matematikanya mengatakan bahwa matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk susunan, besaran, dan konsep-konsep yang berhubungan satu sama lainnya dengan jumlah yang terbagi dalam tiga bidang. Pelajaran yang sangat penting bagi kehidupan karena kita tidak akan bisa menghitung keuangan kita bisa ditipun seseorang dalam menjumlah,mengurangi mengkalikan atau membagikan suatu perhitungan tanpa belajar tentang matematika. Para siswa sebagian besar malas dengan pelajaran matematika karena matematika dianggap sangat sulit dipelajari dan merupakan “momok” bagi mereka. Oleh karena itu guru diwajibkan memutar otak mencari cara atau metode-metode agar para siswa menyukai pelajaran matematika.

 Cara yang pertama membuat siswa suka matematika adalah  mencari cara bagaimana murid bisa menyukai gurunya terlebih dahulu. Disadari atau tidak, figur seorang guru akan sangat melekat di hati anak didiknya. Bila anak didik sudah menyukai figur seorang guru, bisa dipastikan siswa juga akan menyukai pelajaran yang akan diajarkan oleh guru tersebut

Cara kedua yaitu dengan membuat nyayian  yang bisa  memudahkan siswa untuk mengingat karena kebanyakan siswa suka bernyanyi. Seperti contoh lagu anak anak yang sering  mengajarkan tentang penjumlahan yang akan membuat siswa akan terus mengulang dan mengulang nyanyian tersebuat yang tanpa meraka sadari telah menghapafal lagu tersebut di luar kepala dan otomatis akan mengingat apa isi dari lagu yang telah mereka nyanyikan.

Cara ketiga  menyampaikan rumus  dengan metode sederhana mungkin tetapi siswa bisa dengan mudah menangkap  penjelasan yang diberikan guru. Belajar dengan sambal bermain. Misalnya dengan metode permainan kartu atau bermain dengan berpasangan.

Dalam belajar mengajar, peran guru sangat berpengaruh akan keberhasilan pembelajaran disamping juga keaktifan siswa juga sangat diperlukan agar tujuan pembelajaran bisa tercapai. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP