alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Pembelajaran Google Meet di Masa Pandemi

27 Juli 2021, 10: 40: 10 WIB | editor : Ali Mustofa

Nur’aini, S.Pd.; Guru SDN 2 Geneng, Kec. Jepon, Kab. Blora

Nur’aini, S.Pd.; Guru SDN 2 Geneng, Kec. Jepon, Kab. Blora (ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

MASA pandemi Covid-19 ini, membuat para siswa harus belajar di rumah lebih lama lagi. Setelah adanya aturan pembelajaran dilaksanakan secara PJJ/daring, maka pemerintah menetapkan pembelajaran daring dengan tiga versi yaitu daring penuh, kombinasi (gabungan antara pembelajaran daring dan pembelajaran luring) dan luring (pembelajaran dengan tatap muka). Adapun daring penuh para siswa belajar di rumah secara penuh dan guru memberikan pembelajaran melalui aplikasi tertentu seperti WA grup, Google Meet, ataupun Zoom. Sedangkan pembelajaran kombinasi adalah gabungan pembelajaran daring dan luring. Di mana para siswa diberikan tugas setiap hari menggunakan WA grup kelas dan setiap hari-hari tertentu siswa mengumpulkan tugas yang diberikan guru ke sekolah. Dan ada juga pembelajaran luring (tatap muka) yang dilakukan secara berkelompok, guru hadir di kelompok kecil siswa untuk memberikan pembelajaran.

Pada masa pandemi ini banyak sekolah yang menggunakan aplikasi Google Meet seperti yang saya lakukan di sekolah. Namun ada kendala yang sering terjadi dalam penggunaan aplikasi ini. Misalnya ada siswa yang orangtuanya tidak memungkinkan untuk memiliki android. Ada juga siswa yang memiliki android tetapi tidak mempunyai kuota internet sehingga tidak bisa mengikuti pembelajaran daring. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut, pada saat pelaksanaan secara Google Meet anak yang tidak mempunyai hp android dan yang tidak mempunyai kuota internet dapat bergabung dengan temannya sehingga tidak ketinggalan dalam mengikuti pembelajaran.

Pertama kali menggunakan aplikasi Google Meet ini, masih banyak siswa yang kesulitan karena siswa belum terbiasa dengan aplikasi online seperti Google Meet ini. Pembelajaran diawali dengan mendownload atau mengunduh aplikasi Google Meet di perangkat hp/laptop guru. Setelah itu siswa juga diminta untuk mendownload atau mengunduh aplikasi google meet tersebut. Kemudian guru membagikan jadwal kegiatan Google Meet dan membagikan link Google Meet kepada siswa melalui WA grup kelas masing-masing. Ternyata antusiasme para siswa sangat tinggi untuk mengikuti pembelajaran secara daring melalui Google Meet. Dalam penyusunan media pembelajaran guru diharapkan membuat media pembelajaran semenarik mungkin, agar siswa tidak merasa bosan selama mengikuti pembelajaran melalui Google Meet ini. Dalam hal ini media pembelajaran yang digunakan berupa presentasi power point, video animasi yang sesuai dengan tema pembelajaran saat itu.

Baca juga: Kelonggaran PPKM, Makan di Tempat Kini Dibatasi Maksimal 30 Menit

Penggunaan aplikasi Google Meet dalam pembelajaran jarak jauh dinilai kurang efektif daripada pembelajaran secara luring atau tatap muka. Hal ini disebabkan kebutuhan kuota yang harus tersedia dan jaringan yang stabil, motivasi belajar siswa yang menurun sehingga tidak menjamin apakah siswa benar-benar mengikuti kegiatan pembelajaran atau tidak. Tetapi terdapat beberapa keuntungan dari pembelajaran online menggunakan Google Meet. Seperti siswa yang sebelumnya kurang aktif menjadi lebih aktif, waktu dan tempat yang digunakan lebih fleksibel dan memberikan pengalaman belajar yang lebih banyak mengenai pemanfaatan aplikasi online.

Pembelajaran dengan google meet dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, supaya pembelajaran dapat berlangsung dengan baik. Hanya saja masih banyak siswa yang belum tepat waktu dalam bergabung di Google Meet. Etika saat pembelajaran melalui google meet juga harus selalu diingatkan seperti mematikan mikrofon saat tidak sedang bicara, berbicara setelah diizinkan dan lain-lain. Meskipun masih banyak kekurangan tetapi siswa begitu semangat mengikuti kegiatan pembelajaran melalui Google Meet. Semoga pandemi Covid-19 segera berlalu agar anak-anak bisa kembali mengikuti pembelajaran secara tatap muka. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP