alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Penggunaan Teknologi Jadi Alternatif Evaluasi Pembelajaran

27 Juli 2021, 09: 28: 13 WIB | editor : Ali Mustofa

Tri Nawangsih, S.Pd. SD.; Guru SD 6 Gondosari Kudus

Tri Nawangsih, S.Pd. SD.; Guru SD 6 Gondosari Kudus (ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

PANDEMI yang tak kunjung selesai menyebabkan proses pembelajaran harus berlangsung di rumah masing-masing atau yang sering disebut dengan BRD. Proses BRD ini menjadi hal yang baru bagi siswa, di mana sebelum pandemi ini siswa cenderung belajar secara tatap muka di sekolah. Banyak kendal dalam proses BDR ini, salah satunya siswa menggunakan gawainya untuk bermain game online dan bersosial media daripada digunakan untuk menambah wawasan pengetahuan terkait pelajaran.

Gawai menjadi salah satu alat untuk berkomunikasi. Namun di era pandemi seperti saat ini gawai dapat menjadi senjata bagi guru untuk mengadakan evaluasi pembelajaran yang berbasis teknologi. Keterbaruan dan juga daya tarik yang tinggi bagi siswa menjadikan guru harus mampu mencari celah bagi terlaksananya inovasi pembelajaran. Suardipa dan Primayana (2020) menyatakan bahwa evalusi pembelajaran merupakan hal yang menakutkan bagi siswa dan menjadi momok. Maka dari itu dibutuhkan inovasi yang terbarukan dan tentunya menarik minat siswa, maka siswa akan antusias dalam pelaksanaan pembelajaran dan juga pengumpulan penugasan sebagai bahan evaluasi dalam proses pembelajaran.

Aplikasi yang sedang booming dan juga banyak dimainkan oleh siswa, yakni aplikasi tiktok. Aplikasi tiktok berisi video pada durasi tertentu, dan juga dapat membuat video dari gabungan beberapa foto. Aplikasi ini juga menarik karena di dalamnya mampu menambahkan suara ke dalam video tersebut, baik secara pribadi maupun yang tersedia di dalamnya. Aplikasi ini mampu menjadikan video dan tampilannya menjadi lebih menarik untuk disaksikan.

Baca juga: Tumbang Nyabup, Menang Ketua Partai

Hampir setiap anak, utamanya tingkat dasar mampu mendesain, membuat bahkan menampilkan video tiktok secara mandiri. Hal ini tentunya mampu menjadi senjata bagi guru untuk menggunakan aplikasi tiktok ini sebagai hal untuk evaluasi bagi proses pembelajaran. Tiktok yang dikenal seluruh kalangan ini mampu mengubah paradigma evaluasi yang semula berbasis soal menjadi berbasis proyek, yakni proyek membuat video.

Sebagai contoh dari penggunaan tiktok sebagai alat untuk proses evaluasi siswa yakni dalam pembelajaran SBdP. Melalui pembelajaran seni tari yang tertuang dalam pembelajaran SBdP ini siswa mampu membuat gerakan tarian kreasi daerah yang kemudian akan direkaman dan juga diediting menjadi sebuah video. Tugas ini tentunya mampu mengajarkan banyak hal bagi siswa, yakni kreativitas, tanggung jawab, dan juga pemanfaatan teknologi oleh peserta didik. Banyak lagi materi yang dapat memanfatatkan teknologi dalam proses evaluasinya, seperti mata pelajaran IPA, bahasa Indonesia, Matematika dan juga sebagainya.

Selain dari penugasan menggunakan tiktok. Layanan dari Google juga bisa digunakan untuk membuat soal atau mengisi formulir secara online, yakni menggunakan google form. Google form ini merupakan solusi bagi para guru yang ingin menghadirkan kesan berbeda pada saat melakukan penugasan. Hal ini terbukti bahwa melalui penggunaan google form siswa tertarik dan antusias untuk mengerjakan soal penugasan. Teknologi ini menjadi penting bagi tercapainya evaluasi pendidikan yang berkualitas dan berani tampil beda.

Demikian pentingnya pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, sehingga setiap desainer pembelajaran dalam hal ini guru mampu menjadikan teknologi sebagai sarana bagi pengembangan dalam proses pembelajaran. Pentingnya pengemasan yang menarik dan juga memiliki nilai keterbaruan akan menambah daya tarik siswa dalam proses pembelajaran. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya