alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarkudus
Home > Politik
icon featured
Politik
Sugeng Prasetnyo, Ketua DPC Gerindra Grobogan

Tumbang Nyabup, Menang Ketua Partai

27 Juli 2021, 09: 17: 52 WIB | editor : Ali Mustofa

Sugeng Prasetyo

Sugeng Prasetyo (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

SEMANGAT berpolitik Ketua DPC Partai Gerindra bagi Sugeng Prasetyo tak diragukan lagi. Meski sempat tak sukses pada Pilkada 2015 lalu. Ia tak kapok. Ia pun bangkit dan sukses duduk menjadi anggota DPRD Grobogan 2019-2024 dari partai Gerindra.

Sebelum bergabung dengan partai Gerindra. Sugeng Prasetyo merupakan calon wakil Bupati Grobogan berpasangan Icek Baskoro tahun 2015. Saat itu, ada tiga partai yang mengusung. Partai Gerindra, Golkar dan PKS.

 Namun, saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pasangan Icek-Sugeng kalah dengan pasangan Sri Sumarni-Edy Maryono. Kemudian Sugeng ditawari untuk menjadi Ketua DPC Gerindra di Kabupaten Grobogan yang sudah lama kosong.

Baca juga: Bantuan Beras PPKM ke Warga Hasil Panen Petani Padi Grobogan

”Sebelum Pilkada sudah ada ajakan dari Gerindra. Untuk mengisi kekosongan kursi Ketua DPC Gerindra. Saya waktu itu masih menjadi bendahara Cabang NU Grobogan. Jadi saat itu belum masuk,” kata Sugeng menceritakan kisahnya masuk Gerindra di ruang kerjanya Wakil Pimpinan DPRD Grobogan.

Sugeng menambahkan, usai Pilkada selesai. Ada saran dan masukan dari pendukung. Terutama anak muda. Mereka ingin agar saya tidak tenggelam. Dan terus aktif di politik untuk partisipasi. Kemudian dari DPW Gerindra Jawa Tengah memanggilnya. Dan meminta untuk mengisi kekosongan Ketua DPC Gerindra Grobogan.

”Saat ada permintaan itu, saya minta doa restu kepada sesepuh para kiai. Karena saya dari komunitas NU.  Saya direstui ikut partai politik asalkan jadi ketua partai,” terang dia.

Dengan dukungan doa restu tersebut, Sugeng mengambil jabatan ketua DPC Gerindra. Menjabat ketua partai juga mempunyai tuntutan agar ada penambahan kursi di dewan. Dirinya pun, ikut terjun dan mendaftarkan diri jadi caleg di dapil tiga. Kecamatan Klambu, Brati, Penawangan, Godong dan Karangrayung.

”Alhamdulilah pertama kali nyaleg langsung jadi anggota dewan,” tandasnya.

Bergabungya Sugeng ke Gerindra karena dia menilai Gerindra adalah nasional dan religi. Meski belum bisa sesuai target by name, tetapi strategi dan penambahan suara untuk Gerindra meningkat.

Sementara untuk strategi dalam kampanye, dia gunakan tim dan turun langsung ke warga masyarakat. Saat kampanye ini, dilakukan pembagian sesuai dengan wilayah. Dalam kampanye tersebut ada beberapa pengalaman menarik. Ada satu dua orang simpati memilih dengan sukarela. Tetapi ada daerah yang diharap sangat dengan suara banyak.

Namun, saat di hari H suara kecil dan banyak dari lawan.Sehingga dia bisa belajar tentang Pileg perolehan suara tidak bisa ditebak. Dia mencontohkan di satu daerah mestinya energi dan waktu banyak hasilnya tidak sesuai. Ada yang kurang kesana malah suara banyak.

”Selama kampanye tahun 2019 lalu kemarin fokus di Klambu dan Brati. Dari partai sudah ada pembagian wilayah agar maksimal. Di Desa Kramat, Kecamatan Penawangan ada mertua tinggal disitu. Karena sudah sepakat pembagian wilayah saya tidak kesana,” terang dia.

 Bisnis Tetap Jalan Dewan Jalan

Sementara dengan usaha yang dilakukan dan bisnis digelutinya. Sugeng mengaku masih memegangnya. Hanya saja sudah ada manajemen yang mengaturnya. Dirinya hanya bagian pengawas. Hal itu, waktunya sudah dimaksimalkan di partai.

”Pemilu 2019 ini adalah pengalaman pertama. Insyaallah 2024 ada tambahan. Minimal yang nyaris bisa menggenapkan tambahan dua kursi,” tandasnya.

Sugeng Prasetyo merupakan warga Desa Taruman, di Jalan Pasar RT 2/RW 1 Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan. Riwayat pendidikan mulai dari SDN 1 Taruma (1976-1982), SMP SMP N 1 Klambu (1982-1985), SMA N 1 Purwodadi (1985-1988) dan S1 dan S2 UNS Solo.

Sementara pengalaman organisasi dan pekerjaan yang digeluti. Bendahara MWC NU Kecamatan Klambu (2000-2005), Bendahara PCNU (2005-2015) dan Ketua DPC Gerindra (2016-sekarang). Sedangkan dalam usaha Manajer PT Semako (1991-2005), Direktur PT Sekawan AM (2005-sekarang) dan Direktur Sumber Tekhnik A (2007- sekarang).

(ks/mun/ali/top/JPR)

 TOP