alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Niat Bakar Sampah, Gudang Mebel di Jepara malah Ludes

26 Juli 2021, 15: 46: 36 WIB | editor : Ali Mustofa

BERJIBAKU: Petugas pemadam kebakaran dibantu warga berusaha memadamkan kebakaran gudang di Pekalongan, Batealit.

BERJIBAKU: Petugas pemadam kebakaran dibantu warga berusaha memadamkan kebakaran gudang di Pekalongan, Batealit. (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/ RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA, — Sebuah gudang penyimapanan komponen meubel dan rongsok terbakar di Desa Pekalongan, Batealit, Minggu sore (25/7). Munculnya api disinyalir akibat aktivitas bakar sampah di sekitar lokasi. Lantaran tidak diawasi, dan api tertiup angin, kebakaran tidak bisa dihindarkan.

Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 16.30. Gudang penyimpanan itu milik Sumi’ah, warga RT 5 RW 2, Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit.  Ahmad, salah satu saksi menyebutkan kebakaran tersebut cepat berkobar.

”Saat itu yang bakar-bakar sampah ke depan. Karena tertiup angin, dan barang mudah terbakar, apinya cepat merambat,” ujarnya.

Baca juga: Stok Kosong, Vaksinasi Penerima Bansos di Pati Tersendat

Dari pantauan di lokasi kejadian, sejumlah petugas pemadam kebakaran, relawan, juga dibantu warga berjibaku memadamkan api. Hingga sekitar pukul 19.00 proses pemadaman masih berlangsung. Sebagian warga lainnya turut membantu menyelamat-kan barang-barang yang masih bisa diselamatkan.

Lokasi kebakaran itu tepat berada di belakang rumah warga. Sebagian jalan masuk terhalang tumpukan kayu-kayu komponen meubel. ”Meski kobaran api besar, beruntung tidak sampai merambat ke rumah warga. Padahal sekitarnya juga banyak kayu-kayu,” imbuh Ahmad.

Sementara itu, Kasi Pemadam Ke-bakaran Surana menyatakan mengerah-kan lima unit mobil pemadam kebakaran dalam memadamkan itu. Semua unit tersebut milik Pemadam Kebakaran Kabupaten Jepara.

Ia mengaku kendala dalam proses pemadaman api karena akses masuk ke lokasi kebakaran sempit. Hanya cukup untuk satu kendaraan. Sedangkan saat itu banyak warga yang menonton terjadinya kebakaran. Ditambah, kom-ponen yang terbakar terdiri dari kayu dan rongsok turut memakan waktu proses pemadaman. ”Banyak komponen yang terbakar. Jadi harus diurai dalam pendinginan,” terang Surana.

Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski begitu, kerugian yang ditimbulkan diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. (rom/him)

(ks/him/top/JPR)

 TOP