alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Blora
icon featured
Blora

Disdik Keluarkan SE Larang Sekolah Jualan Seragam

26 Juli 2021, 10: 24: 21 WIB | editor : Ali Mustofa

Disdik Keluarkan SE Larang Sekolah Jualan Seragam

BLORA, Dinas Pendidikan (Disdik) Blora akhirnya menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait seragam sekolah di satuan pendidikan. Sekolah tak boleh ikut campur dalam pengadaan seragam. Semua harus diserahkan kepada wali murid.

Kepala Disdik Blora Hendi Purnomo menegaskan, pakaian seragam sekolah bertujuan untuk menanamkan dan menumbuhkan rasa nasionalisme, kebersamaan, serta memperkuat persaudaraan.

Sehingga dapat menumbuhkan semangat kesatuan dan persatuan di kalangan peserta didik. Selain itu meningkatkan rasa kesetaraan tanpa memandang kesenjangan sosial ekonomi orang tua peserta didik.

Baca juga: Pasar Tutup, Pedagang di Grobogan Malah COD-an di Jalan

”Saya tetep melangkah. Hasil ini akan kita laporkan kepada Bapak bupati sesuai data yang ada. Supaya tahu,” ucapnya di ruang kerjanya usai rapat bersama MKKS, Dewan Pendidikan, dan Kepala SMPN 1 Tunjungan belum lama ini.

Selanjutnya, SE tersebut menjadi acuan bagi sekolah dalam menyusun tata tertib  dan disiplin penerimaan peserta didik baru (PPDB) atau kenaikan kelas. Pengadaan seragam sekolah tidak boleh dikaitkan dengan pelaksanaan PPDB atau kenaikan kelas.

Selain itu, pengadaan seragam sekolah diusahakan sendiri oleh orang tua peserta didik. Terakhir, sekolah yang melanggar akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peratuan perundang-undangan.

”Sekolah memang tidak boleh berjualan seragam. Tapi kalau toko sekolah menyediakan boleh. Tanpa paksaan kepada orang tua,” jelasnya.

Kepala Inspektorat Blora Kunto Aji menegaskan, pihaknya sudah sering mengingatkan di semua jajaran untuk sesuai atau patuh aturan. Jangan ada niat untuk kepentingan, keuntungan pribadi, atau kolektif.

”Apapun bntuk kegiatannya, termasuk belanja  pakaian seragam, mekanisme, spek dan  harga, paling tidak ada di titik kewajaran,” jelasnya.

Kepala Sekolah SMPN 1 Tunjungan Etty Irawati mengaku, jumlah siswa di sekolahnya ada 243 anak. Yang sudah membeli ada 222 anak. Sementara 21 anak lainnya belum membeli. ”21 anak ini akan kami gratiskan,” jelasnya.

Dia menegaskan, sekolah tidak menjual seragam seharga Rp 800 ribu. Itu tidak benar. Sehingga dia juga heran ada angka itu. “Untuk kain dari Solo, itu KW 1. Saat ini baru ada tiga seragam. Osis, batik, dan pramuka. Sementara olahraga belum dipesankan,” tambahnya.

Dari data yang ditunjukkan pihak sekolah, harga masing-masing seragam bervariasi. Untuk Osis mulai Rp 160 - Rp 175 ribu. Pramuka Rp 160 ribu hingga Rp 175 ribu. Batik Rp 210 ribu hingga Rp 245 ribu.

Sementara Olahraga rencananya dibanderol Rp 75 ribu hingga 80 ribu. Terakhir atribut sekolah Rp 30 ribu. Untuk data yang koran ini kantongi, harga atribut antara Rp 30 ribu hingga Rp 60 ribu. Ditambah harga jilbab tiga seragam masing-masing Rp 27 ribu. ”Untung tidak ada 10 persen,” tegasnya. 

(ks/sub/lid/top/JPR)

 TOP