alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Peringati Haul Mbah Sambu, Khitan Masal Dilakukan Door to Door

26 Juli 2021, 10: 00: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

TERBATAS: Haul Mbah Sambu di Masjid Jami Lasem tahun ini digelar dengan hadirin terbatas, kemarin (24/7).

TERBATAS: Haul Mbah Sambu di Masjid Jami Lasem tahun ini digelar dengan hadirin terbatas, kemarin (24/7). (PENGURUS MASJID JAMI LASEM FOR RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG - Masjid Jami Lasem memperingati Haul Mbah Sambu dan Masyayikh Lasem kemarin (24/6). Rangkaian acara digelar sederhana. Hadiri terbatas. Bahkan, khitan masal pun dilakukan secara door to door. 

Peringatan digelar kemarin dengan tahlil terbatas. Pihak pengurus masjid juga tidak memberikan pengumuman digelarnya acara ini. Pengurus Masjid Jami Lasem Abdullah Hamid menyampaikan, yang hadir juga sedikit orang dengan standar protokol kesehatan (prokes).

Kegiatan tahlil dilaksanakan di makam Mbah Sambu yang berada di Kompleks Masjid Jami Lasem. “Haul ini Haul Mbah Sambu, Mbah Srimpet, dan Masyayikh Lasem,” jelasnya.

Baca juga: Enam Bulan, Sudah Ada 1.404 Janda Baru di Grobogan

Biasanya tahlil digelar dua kali. Pagi dan sore. Sekarang digabung. Hanya dilaksanakan pagi. Kemudian dilanjut hataman Alquran oleh hafidz penghafal Alquran. “Biasanya banyak ada puluhan. Karena ini suasana Covid-19,” jelasnya.

Sampai dengan Dhuhur, baru dilaksanakan khitanan masal. Namun hanya diikuti beberapa anak saja. Sisanya, pengurus masjid bersama dokter mendatangi rumah masing-masing anak. Total ada 13 anak. Acara langsung selesai hari itu juga.

“Ke rumahnya mereka. kecamatan Lasem, satu kecamatan Pancur,” imbuhnya.

Biasanya, sebelum ada pandemi, acara haul dihadiri banyak orang. Ada pengunjung dari berbagai daerah. Jumlahnya sekitar 10 ribu sampai 15 ribu orang. Kegiatan dipusatkan di Kompleks Masjid Jami Lasem.

Khotmil Quran juga diikuti 200 orang lebih. Mereka merupakan hafidz dan hafidzah di Lasem dan Sekitarnya.

Sekretaris Masjid Jami Lasem Abdul Aziz menilai, tradisi haul untuk menghormati masayikh.  “Meski tak seramai sebelum pandemi, tapi esensi dan arti dari kegiatan tidak jauh berubah,” katanya. (gop) 

(ks/ali/vah/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya