alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Peran Orang Tua dalam Pembelajaran Daring

25 Juli 2021, 21: 38: 41 WIB | editor : Ali Mustofa

Liana Ariani,S.Pd.SD.; SDN 1 Kadengan, Kec. Randublatung, Kab. Blora

Liana Ariani,S.Pd.SD.; SDN 1 Kadengan, Kec. Randublatung, Kab. Blora (ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

PADA tahun 2020 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan/Kemendikbud menerbitkan Edaran Nomor 15 tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Metode dan media pelaksanaan belajar dari rumah dilaksanakan dengan pembelajaran jarak jauh dalam jaringan atau daring, dan diluar jaringan luring.Tahun ajaran baru 2020/2021 sudah dimulai bulan Juli ini. Namun kondisi pandemi mengharuskan siswa untuk melakukan pembelajaran daring. Hal ini tidak luput dari peran orangtua dan guru.

Dalam pembelajaran daring, orang tua berperan sebagai guru di rumah yang ikut menyampaikan materi kepada anak. Karena pembelajaran dilaksanakan dirumah dan tidak bisa bertatap muka langsung dengan guru, maka orang tua atau pengasuh anak di rumah menjadi pembimbing anak untuk dapat memahami materi dengan baik. Memang sangat berbeda bagi anak belajar secara daring. Sehingga tugas orangtua untuk memastikan ilmu dapat diserap oleh anak. Jangan sampai karena pandemi anak malah jadi tidak melanjutkan sekolah karena kendala tak bisa tatap muka dengan guru. Dukungan orangtua atau wali murit sangatlah penting untuk keberlangsungan pendidikan daring ini.

Pada masa pembelajaran di rumah, orang tua memiliki peran yang penting dalam metode belajar anak. Sebab biasanya guru yang melakukan tugas untuk memperhatikan kegiatan anak terutama dalam belajar. Agar sikecil dapat belajar secara efektif walau di rumah saja,Orangtua perlu melakukan hal- hal berikut:

Baca juga: Awal Berdiri Berbagi dengan Ruang Dapur Ibu

Pertama orangtua memastikan anak belajar daring aman.

Orang tua membantu anak agar dapat belajar dengan aman serta efektif, baik di sekolah maupun di rumah. Baik secara luring maupun daring. Jangan lupa untuk mempraktekkan protokol kesehatan sebelum dan sesudah belajar.

Kedua beri semangat anak untuk belajar secara daring.

Anak cenderung mudah bosandan kehilangan semangatnya, oleh karena itu orangtua perlu mendukung dengan memberikannya semangat. Orang tua diharapkan dapat berpartisipasi menjadi motivator bagi anak menggantikan peran guru di sekolah. Beberapa anak mungkin mengeluh dan merasa bosan dengan pembelajaran daring yang sering kali membuat mereka harus mengerjakan tugas. Orang tua turut berpartisipasi dalam membimbing dan memberikan motifasi kepada anak, baik dengan memberikan semangat maupun dengan cara meningkatkan kebutuhan sekolah. Orang tua hendaknya mampu menjadi teman yang bahagia untuk belajar, selain itu orangtua juga dituntun untuk sabar. Jika belajar di rumah, ciptakanlah suasana yang menyenangkan. Anak juga diberikan ruangan khusus untuk belajar agar tidak terpengaruh oleh mainan atau benda elektronik lainnya selain yang digunakan untuk belajar.

Ketiga hubungi guru atau dinas dalam pembelajaran daring, orang tua berperan sebagai guru di rumah yang ikut menyampaikan materi kepada anak. Apabila mengalami kendala terkait pembelajaran, misalnya tidak memiliki waktu untuk mengajari anak, maka orangtua bisa menghubungi guru atau Dinas Pendidikan setempat untuk menemukan solusi yang tepat.

Dengan pembelajaran daring anak bisa terkena paparan cahaya dari layar yang digunakan untuk melakukan pembelajaran daring akan terlalu ekstrem jika dilihat terlalu lama. Maka pembelajaran daring di rumah harus lebih fleksibel. Orang tua bisa memberi batasan waktu kapan harus melihat kelayar dan kapan untuk tidak terpapar radiasi dari layar. Pastikan anak untuk aktif bergerak juga meskipun di rumah saja.

Orang tua hendaknya mampu mengupayakan agar anak-anaknya tetap menjalankan rutinitas harian yang sama ketika belajar di sekolah. Seperti bangun pagi,melakukan kegiatan belajar secara daring atau luring, baru setelahnya bermain. Pembelajaran di rumah juga diharapkan tidak menimbulkan kejenuhan, sehingga peran orangtua sangat penting untuk membantu siswa dalam pembelajaran daring. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP