alexametrics
Jumat, 17 Sep 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Tantangan dan Peluang Pendidikan Online Selama Pandemi Covid-19

24 Juli 2021, 10: 06: 56 WIB | editor : Ali Mustofa

Guru SMP 1 Mejobo, Kudus

Guru SMP 1 Mejobo, Kudus (Natalia, S.Pd)

Share this      

PANDEMI Covid-19 yang menyebar ke seluruh dunia, mempengaruhi kehidupan hampir semua negara. Mengakibatkan masyarakat melakukan tindakan cuci tangan, memakai masker, physical distancing, menghindari pertemuan masal, dan tinggal di rumah untuk memutus rantai penyebarannya.

Tindakan tinggal di rumah mengakibatkan kegiatan tatap muka sekolah dihentikan untuk sementara. Pemilihan pembelajaran online memberikan jawaban dilema pendidikan dimasa pandemi ini. Di mana lebih mendekati realitatif, mengingat dunia akademik telah sampai di era digital.

Kelemahan-kelemahan seperti kelemahan infrastruktur pengajaran online, terbatasnya paparan guru terhadap pengajaran online, kesenjangan informasi, lingkungan yang tidak kondusif untuk belajar di rumah, serta kesetaraan dan keunggulan akademik, menjadi kendala dalam pembelajaran online. Untuk itu, perlu diminimalkan kelemahan-kelemahan tersebut.

Baca juga: Soal Seragam Sekolah, Kadisdik: Kalau Cari Untung Jangan Kebangetan

Ketergantungan terhadap teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk pendidik dan siswa menjadi salah satu alternatif dalam pembelajaran online. Beberapa platform online yang digunakan selama ini, antara lain platform komunikasi dan kolaborasi terpadu seperti Microsoft Teams dan Google Classroom, platform kelas virtual seperti konferensi video (Google Hangouts Meet, Zoom, Slack, Cisco, WebEx), serta platform manajemen pembelajaran berbasis cloud yang dapat disesuaikan seperti Elias, Moodle, dan Skype.

Semua itu, memungkinkan para guru untuk melakukan pembelajaran online. Dengan adanya berbagai platform dan alat pendidikan online, pengguna baik pendidik maupun siswa sering menghadapi masalah saat menggunkan alat ini. Seperti siswa tidak mampu membeli perangkat pembelajaran online, kurangnya bimbingan orang tua karena kedua orang tua bekerja. Selain itu, pembelajaran yang dilakukan secara online membutuhkan jaringan internet yang memadai (Arnita, 2020).

Pembelajaran online juga menyebabkan lebih banyak keluarga yang mengandalkan teknologi dan solusi digital untuk membuat anak-anak tetap terlibat dalam pembelajaran, hiburan, dan terhubung dengan dunia luar. Tetapi tidak semua anak memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sumber daya yang diperlukan untuk menjaga diri mereka tetap aman saat online.

Penilaian siswa dilakukan secara online. Namun, banyak trial and error, ketidakpastian, dan kebingungan di antara guru, siswa, dan orang tua. Pendekatan yang diadopsi untuk melakukan ujian online bervariasi sesuai dengan kenyamanan dan keahlian di antara para pendidik dan kecocokan siswa.

Meskipun ada tantangan luar biasa bagi pendidik, sekolah, lembaga, dan pemerintah mengenai pendidikan online dari sudut yang berbeda.

Ada beberapa peluang yang diciptakan pandemi Covid-19 bagi mereka yang tidak siap dan rencana penerapan sistem e-learning yang jauh. Ini menyebabkan hubungan yang kuat antara guru dan orang tua dari sebelumnya. Homeschooling menuntut orang tua untuk mendukung pembelajaran siswa secara akademis dan ekonomi.

Penggunaan platform online seperti Google Classroom, Zoom, lingkungan belajar virtual dan media sosial, serta berbagai forum grup seperti Telegram, Messenger, Whatsapp, dan Wechat dijajaki dan dicoba untuk belajar mengajar untuk pertama kalinya.

Guru berkewajiban mengembangkan inisiatif kreatif yang membantu mengatasi keterbatasan pengajaran virtual. Guru secara aktif berkolaborasi satu sama lain di tingkat lokal untuk meningkatkan metode pengajaran online. Ada peluang yang tak tertandingi untuk kerja sama, solusi kreatif, serta kemauan untuk belajar dari orang lain dan mencoba alat baru sebagai pendidik, orang tua, dan siswa berbagi pengalaman serupa (Doucet et al., 2020).

Pembelajaran online memiliki dua sisi. Salah satunya, pendidik dengan sisi lainnya harus saling bekerja sama dalam artian menentukan tindakan bijaksana. Subjek tindakan ini, harus selalu mengutamakan kepentingan siswa. 

(ks/top/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya