alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Tak Ideal, Pengawas SD di Kudus Kurang 10 Orang

23 Juli 2021, 11: 24: 20 WIB | editor : Ali Mustofa

LANTIK: Bupati Kudus Hartopo melantik 18 pengawas TK, SD, dan SMP di Pendapa Kabupaten Kudus kemarin.

LANTIK: Bupati Kudus Hartopo melantik 18 pengawas TK, SD, dan SMP di Pendapa Kabupaten Kudus kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Sebanyak 18 pengawas TK, SD, dan SMP dilantik kemarin. Meski jumlah bertambah, pengawas sekolah dasar masih 10 orang. 

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Harjuna Widada mengatakan, khusus pengawas SD masih kurang 10. Untuk itu pihaknya akan membuka kembali seleksi pengawas SD.

“Pengawas TK dan SMP sudah terpenuhi. Namun untuk SD belum. Kami kesulitan. Yang daftar sedikit. Padahal, beberapa pengawas sekolah ada yang purnatugas,” jelasnya.

Baca juga: Apa Sih Penyebab Dua Rumah Sakit di Kudus Tunda Vaksin Dosis Kedua?

Dia mengatakan, pengawas yang dilantik ini telah melalui tahapan seleksi dan uji kompetensi. Meski sudah ada pelantikan pengawas, kebutuhan masih kurang.

Kendati demikian, pengawas yang baru dilantik ini diharapkan mampu mengangkat potensi sekolah. Setelah dilantik Bupati Hartopo maka akan menerima SK penempatan sekolah mana saja yang dibimbingnya.

Sementara itu, Hartopo berpesan, sebagai pejabat fungsional dituntut untuk kreatif dan inovatif untuk mencapai target yang ditentukan. Kreatif dan inovatif dalam menciptakan suatu ide atau gagasan harus dapat dimunculkan dalam posisi sebagai jabatan fungsional tertentu.

“ASN di Kudus harus memiliki empat sehat lima sempurna,” kata Hartopo usai melantik jabatan fungsional di Pendapa Kudus.

Salah satu pengawas SMP yang baru dilantik Eni Kuswati guru di SMP 2 Kudus mengatakan, memajukan pendidikan di Kudus dengan program sekolah penggerak. Ia sudah membuat aplikasi khusus merdeka mengajar.

“Pengawas SMP itu tidak mudah, turut andil mensukseskan pendidikan di Kudus. Tidak hanya mengawasi pendanaan pusat tapi juga memberikan solusi kepada guru-guru bagaimana mengajar yang mudah dan dipahami siswa. Apalagi, sekarang ini daring dibutuhkan kreativitas guru,” terang Eni yang juga Pendiri Forum Guru IPS Seluruh Indonesia (Fogipsi). 

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP