alexametrics
Selasa, 27 Jul 2021
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Proyek Tambat Kapal Juwana targetkan Rampung November

22 Juli 2021, 14: 24: 19 WIB | editor : Ali Mustofa

DIUKUR: Rekanan terlihat mengukur sphon pail di kawasan Pulau Seprapat Juwana belum lama ini.

DIUKUR: Rekanan terlihat mengukur sphon pail di kawasan Pulau Seprapat Juwana belum lama ini. (DARNO FOR RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Proyek tambat kapal senilai Rp 14 miliar di kawasan Pulau Seprapat Juwana ditargetkan selesai November tahun ini. Tahapan pelaksanaan proyek khusus itu belum seluruhnya berjalan. Saat ini masih tahap pemancangan sphon pail. Dijumpai beberapa persoalan di tahapan proyek itu.

Personel pelaksana pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pati menerima penyampaian berkait dengan rencana konstruksi. Itu pemasangan angkur penguat struktur tanah pada dinding kolam ada persoalan.

Jika sekiranya dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut ada perubahan pada desain. Pihaknya meminta rekanan untuk menyesuaikan kondisi di lapangan. Maka pihak rekanan agar secepatnya melakukan koordinasi dengan pihaknya. ”Melaui koordinasi tentang kondisi di lapangan secara maksimal. Maka munculnya kendala tentu bisa diantisipasi sejak awal,” kata Kabid Sumber Daya Air (SDA) Pada DPUPR Pati Darno.

Baca juga: PPP Rembang Bagi Seribu Paket Hewan Kurban, Sambil Sosialisasi Vaksin

Pihaknya meminta rekanan agar dalam melaksanakan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Itu tetap mengacu pada recana desain semula. Sebab, tahapan pelaksanaan khusus paket pekerjaan itu belum berjalan. Melainkan baru pada tahapan pemasangan sphon pail. Ini untuk penyangga konstruksi dermaga yang lebarnya mencapai 4,25 meter.

”Karena untuk pemasangan konstruksi angkur dilaksanakan pada tahapan berikutnya (setelah sphon pail). Hendaknya rekanan benar-benar memperhatikan soal mutu dan waktu hari kalender yang dimanfaatkan. Mengingat secara keseluruhan paket pekerjaan tesebut harus sudah tuntas pada akhir November mendatang,” imbaunya.

Terkait pemancangan sphon pail ini tiap satu titik harus dilakukan penyambungan. Sebab, kedalaman masuk dalam tanah maksimal harus 20 meter. Sehingga masing-masing batang dengan panjang 11 meter kali dua. Keseluruhannya jika sudah disambung mencapai 22 meter.

Sedangkan medan pemasangan berada di genangan air. Selain itu, akses ke lokasi membutuhkan alat berat untuk memancang. Sehingga kecepatan saat memancang juga tidak bisa maksimal. ”

Karena itu, untuk melaksanakan pekerjaan di lokasi seperti itu operator dan para pembantunya tak bisa bekerja dengan leluasa,. ”Kecepatan dalam bekerja paling-paling tinggal antara 50-60 persen. Dalam waktu setengah hari paling banyak hanya bisa memancangkan enam batang,” ujarnya. (adr)

(ks/him/top/JPR)

 TOP