alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Pemkab Kudus Izinkan PKL Jualan Asal Penuhi Prokes

22 Juli 2021, 12: 44: 43 WIB | editor : Ali Mustofa

DIBERI KELONGGARAN: PKL selain di Balai Jagong sudah diperbolehkan jualan lagi, termasuk diperbolehkan pembeli makan di tempat dengan maksimal lima pembeli.

DIBERI KELONGGARAN: PKL selain di Balai Jagong sudah diperbolehkan jualan lagi, termasuk diperbolehkan pembeli makan di tempat dengan maksimal lima pembeli. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS - Pedagang kaki lima (PKL) merasa lega. Sebab, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melonggarkan untuk jualan. Asalkan mematuhi protokol kesehatan (prokes). Semula tidak boleh makan di tempat, sekarang boleh tapi pedagang tetap membatasi pembeli supaya tidak berkerumun.

Bupati Kudus Hartopo mengatakan, saat PPKM Darurat kondisi PKL sepi pembeli. Hal ini berdasarkan survei.

Selain itu, pasar tiban juga sudah diizinkan jualan kembali. Namun, tetap harus memenuhi prokes. Di antaranya memakai masker dan ada jarak antara pedagang satu dengan lainnya. Termasuk pembeli satu dengan lainnya.

Baca juga: Kreatifitas Daur Ulang Sampah Mengundang Rezeki

”Sebenarnya, PKL kami perbolehkan jualan. Khususnya pasar tiban, asalkan mematuhi prokes. Termasuk kami perbolehkan makan di tempat. Namun untuk jam tutupnya masih sama pukul 21.00,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti mengatakan, khusus PKL Balai Jagong masih tetap tutup. Sebab, di lokasi itu berpotensi menimbulkan kerumunan. Di luar wilayah tersebut diperbolehkan jualan.

”Kalau untuk pasar tiban sepekan yang lalu sudah kami longgarkan. Ada yang jualan kami biarkan, meski belum ada instruksi diperbolehkan lagi. Tapi, kami tetap pantau kondisinya. Ternyata mereka juga sepi pembeli,” jelasnya.

Ia menambahkan, PKL City Walk, Pasar Kliwon, dan lainnya yang menjual makanan juga sudah diperbolehkan makan di tempat, tapi kursinya dibatasi. Tidak lebih dari lima orang yang makan di tempat.

”Kalau diperketat lebih lama, kasihan PKL. Pendapatannya makin menurun. Karena penghasilannya hanya dari berjualan. Yang penting mereka tertib prokes dan tidak menimbulkan kerumuman, kami beri kelonggaran aturan,” imbuhnya. 

(ks/san/lin/top/JPR)

 TOP