alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Kreatifitas Daur Ulang Sampah Mengundang Rezeki

22 Juli 2021, 12: 12: 48 WIB | editor : Ali Mustofa

Rokhis Umi Hanik, S.Pd.; Guru Biologi SMAN 1 Gebog, Kudus

Rokhis Umi Hanik, S.Pd.; Guru Biologi SMAN 1 Gebog, Kudus (ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

SAMPAH yang kian menumpuk merupakan salah satu masalah yang sulit ditangani di berbagai negara, termasuk Indonesia. Karena itu, sampah merupakan salah satu permasalahan yang patut untuk diperhatikan.

Sampah merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia, karena pada dasarnya semua manusia pasti menghasilkan sampah. Sampah merupakan suatu buangan yang dihasilkan dari setiap aktivitas manusia. Meningkatnya tingkat konsumsi manusia berdampak pada volume peningkatan sampah yang ada di lingkungan.

Sampah merupakan masalah serius yang berdampak pada sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Hampir semua masyarakat mengalami kendala dalam mengolah sampah. Hal ini terjadi karena pengolahan TPA (tempat pembuangan akhir) lahannya masih kurang. Hal tersebut mengakibatkan masyarakat membuang sampah di sembarang tempat, seperti sungai, selokan, dan tempat umum lainnya. Sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan.

Baca juga: Keluarga Besar Polres Grobogan Kurban Tujuh Ekor Sapi

Sebelum terjadinya pencemaran lingkungan, permasalahan sampah memang perlu untuk diperhatikan dan diselesaikan, supaya tidak mengganggu kesehatan masyarakat. Untuk mencapai hal tersebut, sampah yang dihasilkan manusia haruslah dikelola dengan sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan. Pengelolaan sampah meliputi beberapa cara. Di antaranya pendauran ulang sampah.

Pendaur ulangan sampah adalah cara untuk menggunakan barang bekas, agar dapat dipakai kembali, sehingga menjadi barang bermanfaat yang mempunyai nilai hingga bisa diperjual belikan lagi.

Kegiatan daur ulang pada dasarnya merupakan penerapan atas asas manfaat dan asas nilai ekonomi. Sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 3 UU Pengelolaan Sampah. Asas manfaat merupakan asas yang menuntut pengelolaan sampah perlu menggunakan pendekatan sampah sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sedangkan asas nilai ekonomi mengartikan sampah merupakan sumber daya yang mempunyai nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan, sehingga memberikan nilai tambah. Ini juga sejalan dengan konsep utama dari proses daur ulang sampah. Yakni proses pengolahan kembali barang-barang yang dianggap sudah tidak mempunyai nilai ekonomis lagi melalui proses fisik maupun kimiawi atau keduanya, sehingga diperoleh produk yang dapat dimanfaatkan atau diperjualbelikan lagi.

Memang sampah merupakan sebuah material sisa yang tidak diinginkan siapapun. Meski sampah merupakan material sisa, tidak semua sampah harus langsung dibuang begitu saja, tetapi harus kita kenali terlebih dahulu, sehingga kita bijak terhadap sampah. Misal pendauran ulang.

Dengan mendaur ulang sampah, akan ada banyak manfaat yang bisa kita ambil. Sebagai contoh kita dapat membuka lapangan kerja baru, karena seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi membuat peluang untuk mendapatkan pekerjaan menjadi lebih sulit dan terdapat banyak persaingan.

Dengan memanfaatkan produksi daur ulang sampah, kita bisa berkesempatan menjadi sebuah pengusaha baru yang mengandalkan ide dan kreativitas. Juga bisa mengasah keterampilan dan jiwa seni.

Selain terbukanya kesempatan kerja baru, juga dapat meningkatkan pendapatan. Dengan berjualan hasil produksi daur ulang, kita bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Buatlah barang yang bisa menarik perhatian konsumen, sehingga barang daur ulang mempunyai nilai ekonomi yang baik dan bisa diperjualbelikan.

Gunakan moment emas ini untuk memasarkan secara online ataupun membuka pesanan langsung. Penghasilan tambahan pun akan mengalir. Inilah yang disebut rezeki. (*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya