alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarkudus
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi
Mitra Binaan TJSL PT PLN UIK TJB Sadifa

Raih Penghargaan Berkat Handsanitizer dan Masker Transparan

22 Juli 2021, 10: 00: 26 WIB | editor : Ali Mustofa

KREATIF: Kelompok Sahabat Difabel Jepara membuat masker transparan untuk tuna rungu dan wicara kerja sama dengan PT. PLN UIKit TJB. Foto kanan, Ketua Sadifa Jepara Adib Budiono menerima sertifikat produk hasil pangan industri rumah tangga dari Dinkes.

KREATIF: Kelompok Sahabat Difabel Jepara membuat masker transparan untuk tuna rungu dan wicara kerja sama dengan PT. PLN UIKit TJB. Foto kanan, Ketua Sadifa Jepara Adib Budiono menerima sertifikat produk hasil pangan industri rumah tangga dari Dinkes. (PT. PLN UIK TJB FOR RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA – Belum lama ini, Ketua Sahabat Difabel Jepara (Sadifa) Adib Budiono mendapat penghargaan dari salah satu media nasional. Hal itu berkat kreativitas kelompok Sadifa membuat inovasi masker untuk tuna rungu wicara, handsanitizer, dan minuman sehat. Keuntungan dari penjualan masker dan minuman sehat digunakan untuk membantu sesama difabel yang membutuhkan dan terdampak Covid-19.

”Ide (membuat masker transparan) bermula ketika saya dan teman-teman Sadifa ingin agar bisa melihat apa yang diucapkan lawan bicaranya. Juga tetap bisa berkomunikasi ketika menerapkan protokol kesehatan. Karena itu, butuh masker transparan,” jelasnya.

Dari ide itu, dirinya dan Sadifa Jepara, selain membuat masker normal/kain, juga membuat masker ramah difabel yang tengahnya transparan. Bisa dilihat apa yang diucapkan oleh lawan bicaranya. Produk itu sangat membantu teman difabel tuna rungu wicara dalam berkomunikasi. Karena menggunakan masker biasa, teman difabel tuna rungu wicara sulit berkomunikasi.

Baca juga: Rajin Zikir dan Yoga, Covid Minggat

Selain membuat masker, Sadifa juga membuat handsanitizer. Produk ini sudah uji laboraorium dan layak digunakan. Bahannya dari limbah ampas jahe dipadukan dengan lidah buaya dan serai.

”Jadi, di masa pandemi saat ini, kami ikut menyukseskan program memakai masker dan handsanitizer. Ini berkat pembinaan yang dilakukan PT. PLN UIK TJB kepada kami (Sadifa Jepara),” tandasnya.

Dari karya inovatif itu, dia diganjar penghargaan dari beberapa media nasional. Masker kain tiga lapis dan handsanitizer karya anggota Sadifa ini, juga dikirim PT. PLN UIK TJB dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Jepara dan Kabupaten Kudus.

Kelompok Sadifa sudah menjadi kelompok binaan pemberdayaan UMKM PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Tanjung Jati B, Tubanan, Kembang, Jepara, melalui akses produk-produknya ada di Rumah Kreatif BUMN (RKB) PLN di Kabupaten Jepara. Lokasinya berada di sebelah kantor PLN Jepara. Untuk mengetahui dan membeli produk binaan UMKM dari Sadifa Jepara dan UMKM lain bisa langsung di RKB Jepara tersebut.

Setahun lalu atau pada 5 Agustus 2020, PLN UIK TJB menggandeng para difabel mengembangkan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Ditandai dengan peresmian Rumah Olahan Sadifa di Desa Ngabul, Tahunan, Jepara.

Melalui program CSR atau sekarang berganti nama menjadi Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) tersebut, komunitas sahabat difabel Jepara difasilitasi rumah olahan.

General Manager PLN UIK TJB Rachmat Azwin mengatakan, program tersebut sebagai wujud kepedulian kepada kelompok rentan. Selain itu, dapat membantu perekonomian masyarakat di tengah pandemi. Dengan begitu, menciptakan multiplier effect untuk merangsang perekonomian di Kota Ukir yang terdampak Covid-19. ”Sekaligus memproduksi produk herbal yang diperlukan masyarakat saat ini untuk meningkatkan imunitas tubuh,” imbuhnya.

Kelompok Sadifa memproduksi olahan produk herbal berupa sirup. Dari jenis produksi itu, PLN UIK TJB memberikan pelatihan-pelatihan yang mendukung pengembangan produk. Seperti pelatihan packaging yang menarik pelanggan dan pelatihan bisnis secara online.

Pendampingan intensif juga terus diberikan kepada Sadifa. Setelah dilakukan pendampingan ternyata muncul kebutuhan-kebutuhan dalam hal produksi. Kemudian diberikan pengadaan bantuan alat-alat produksi sirup herbal. Juga dibuatkan Rumah Olahan Sadifa untuk mendukung produksi sirup herbal.

Ketua Sahabat Difabel Jepara (SDJ) Adib Budiono menyampaikan, pembangunan Rumah Olahan Sadifa sudah berlangsung sejak tiga bulan lalu. Anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 30 juta. Meliputi pengadaan tempat, mesin-mesin produksi dan packaging, tempat sterilisasi, sampai almari pendingin untuk penyimpanan.

Pembina Utama Sahabat Difabel Jepara H. Abdul Kholiq menambahkan, rumah olahan ini menjadi pilot project bagi semua unit usaha yang dikembangkan SDJ dalam rangka perwujudan kemandirian ekonomi anggota. Ini langkah awal pembuktian bahwa penyandang disabilitas juga memiliki kelebihan-kelebihan tertentu. Kepercayaan yang diberikan salah satu BUMN terbesar di Indonesia ini, merupakan apresiasi terhadap hasil produksi yang sudah berjalan beberapa waktu.

Hasil produksi Sadifa berupa aneka jahe plus rempah, jahe merah, kunyit asam, beras kencur, bir pletok, dan lain-lain yang berupa sirup serta bubuk instant. Secara kualitas sangat memenuhi standar pasar dengan rasa yang luar biasa. Terbukti di berbagai event pameran, produk Sadifa yang dipasarkan selalu habis diserbu pembeli. 

(ks/zen/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya