alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Gara-Gara PPKM Darurat, Saya Harus Gadaikan Kulkas Pak

22 Juli 2021, 10: 00: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

GADAIKAN EMAS: Terdesak kebutuhan, warga ramai-ramai menggadaikan barangnya. Mulai dari emas, televisi, ponsel, hingga mobil.

GADAIKAN EMAS: Terdesak kebutuhan, warga ramai-ramai menggadaikan barangnya. Mulai dari emas, televisi, ponsel, hingga mobil. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Selama penerapan PPKM Darurat, nasabah pegadaian meningkat. Warga ramai-ramai menggadaikan kulkas, ponsel, emas, hingga mobil.

Tercatat, selama sebulan ada 2.000 nasabah yang menggadaikan barangnya di PT Pegadaian Area Pati.

Marketing Executive PT Pegadaian Area Karesidenan Pati Mohammad Jalu mengatakan, peningkatan itu terjadi sejak pandemi. Sebab di lembaga penyaluran keuangan lain terjadi kecenderungan penurunan nasabah.

Baca juga: Miris, Air PDAM di Rusunawa Jepara Macet Setahun Lebih

Dia mengatakan ada 2.000 nasabah baru itu diperkirakan mengalami kesulitan perekonomian selama PPKM Darurat. Sehingga mengandalkan pegadaian untuk bisa bertahan hidup dengan menggadai barang yang dimiliki.

Tak main-main, barang-barang yang digadai itu meliputi elf dan mobil. Selain itu juga barang-barang elektronik, seperti kulkas, televisi, hingga ponsel. “Namun mayoritas tetap perhiasaan. Karena itu biasanya itu celengan ibu-ibu,” jelasnya.

Jalu menilai nasabah baru yang menggadaikan barang-barang itu karena terpaksa. Mereka butuh uang untuk memenuhi kebutuhan hidup hingga menbayar cicilan. Ada pula yang usahanya colaps. Sehingga larilah ke pegadaian. Karena prosesnya yang lebih cepat dan mudah dibandingkan perbankan.

“Selain terjadi penambahan nasabah, kecendrungan lain selama sebulan terakhir ini yakni penurunan peminjaman uang. Nasabah seringkali tak memaksimalkan peminjaman. Padahal angka atau nilai barang yang digadaikan lebih tinggi dari jumlah uang yang dipinjam,” jelasnya.

Jalu mengatakan dikarenakan masyarakat juga relalistis. Mempertimbangkan kemampuan mereka dalam mengembalikan pinjaman. Terlebih di masa sulit seperti ini. Sehingga seringkali tak memaksimalkan uangnya.

“Selain itu banyak nasabah lama yang tak lagi mengambil peminjaman. Atau juga tak bisa mengembalikan peminjaman. Alias kredit macet. Sehingga barangnya kami lelang,” terangnya.

Di pegadaian sendiri nasabah dikenakan bunga 0,75-1,1 persen per 15 hari. Sementara batas waktu menggadai 4 bulan. Bisa diperpanjang.

“Tetapi kami juga ada relaksasi. Mereka kita survei ulang sebelum mendapatkan itu. Di sini ada penundaan angsuran. Sampai 6 bulan sampai 1 tahun. Yang satu tahun prioritas. Mayoritas 6 bulan,” pungkasnya.

Yuni mengaku menggadaikan emas senilai Rp 11 juta. Dia mengadaikan emasnya karena usahanya semakin terpuruk. (tos/iwn)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP