alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Tak Optimal, Dua Puluh Satu CCTV Mati sejak Empat Bulan

Tiga Menyala, Dua Kerap Eror

22 Juli 2021, 10: 00: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

CCTV DISHUB TAK BERFUNGSI: Sekdin Dishub Kudus Putut Sri Kuncoro menunjukkan layar CCTV milik kantornya yang sudah beberapa bulan ini mati tidak berfungsi.

CCTV DISHUB TAK BERFUNGSI: Sekdin Dishub Kudus Putut Sri Kuncoro menunjukkan layar CCTV milik kantornya yang sudah beberapa bulan ini mati tidak berfungsi. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Sebanyak 21 CCTV mati sejak empat bulan lalu. Sedangkan dua CCTV sering eror. Jadi tersisa tiga CCTV yang masih menyala.

Sekertaris Dinas Perhubungan Putut Sri Kuncoro menyebut CCTV mati akibat ada kerusakan pada beberapa sambungan. Sebab, kondisi CCTV masih bagus. Tetapi ada sambungan-sambungan yang bermasalah. Sehingga tidak bisa nyala dan terkoneksi serta terpantau di monitor.

Total 26 CCTV itu terpasang di 23 titik. Yang terletak di Simpang Tujuh Kudus, Simpang 7 (Bojana), Perempatan DPRD, Perempatan Jember, Perempatan Jetak, perempatan Menara, Perempatan SMP 2 Kudus, Perempatan Penthol, Perempatan Bitingan, Perempatan Sempalan.

Baca juga: Tunjang Ekonomi Warga, Dinas Perdagangan Kudus Buka Pasar Baru

Selain itu juga di Perempatan Kencing, Proliman Tanjung, Perempatan Panjang, Proliman Barongan, Pertigaan Terminal Jati, Pertigaan Prima, dan Pertigaan Ngembalrejo.

Selanjutnya ada di Pertigaan Tugu Dawe (2 CCTV), Terminal Wisata Colo, Terminal Wisata Bakalan Krapyak, Depan Pasar Kliwon (2 CCTV), Perempatan Krawang (2 CCTV), dan Perempatan Jepang.

Tetapi dari total CCTV, ada lima yang menyala. Tiga berfungsi optimal, dan dua lainnya kerap eror. Lima  CCTV yang menyala itu juga digunakan untuk ETLE. Yang terpasang di  di Simpang Pentol, Simpang Mejagan, Simpang Tujuh, Simpang Tugu A. Yani (DPR) , dan Simpang Proliman Barongan.

“Tiga titik yang berfungsi secara optimal yakni di Perempatan Barongan, DPRD, dan Simpang tujuh. Sementara dua lainnya kerap bermasalah. Terkendala jaringan,” jelasnya.

Putut menyebut sudah ada upaya-upaya pengajuan perbaikan. Tetapi hal itu terganjal refocusing anggaran yang dialihkan ke penanganan Covid-19. Kendati demikian, pihaknya bakal kembali mengajukan anggaran perbaikan itu anggaran perubahan di pertengahan tahun ini ke Pemkab. Yang totalnya sekitar 100 Juta.

“Di Dishub anggaran yang terefocusing mencapai Rp 2 miliar. Sehingga anggaran untuk perbaikan urung dilakukan,” tambahnya.

Pihaknya menyebut kini bersama rekanan atau mitra telah berusaha mengecek kerusakan-kerusakan yang ada. Sehingga ketika anggaran siap, akan segera diperbaiki. Sebab CCTV tersebut memiliki fungsi penting. Terutama ketika terjadi kecelakaan dan kriminalitas. Rekaman yang tersimpan di CCTV bisa menjadi referensi dan barang bukti. “Untuk itu kami meminta maaf belum bisa memberikan pelayanan yang optimal,” terangnya. (tos/iwan)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya