alexametrics
Selasa, 27 Jul 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Tunjang Ekonomi Warga, Dinas Perdagangan Kudus Buka Pasar Baru

21 Juli 2021, 15: 51: 23 WIB | editor : Ali Mustofa

TAMBAH PASAR LAGI: Pasar Wates, Undaan Kudus sudah representatif untuk jual beli masyarakat, dan rencananya di Kecamatan Undaan akan kembali dibangun pasar tradisional lagi untuk menunjang perekonomian warga.

TAMBAH PASAR LAGI: Pasar Wates, Undaan Kudus sudah representatif untuk jual beli masyarakat, dan rencananya di Kecamatan Undaan akan kembali dibangun pasar tradisional lagi untuk menunjang perekonomian warga. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Keberadaan pasar tradisionalnya dinilai kurang mampu menjangkau kebutuhan masyarakat, terutama di Desa Kutuk, Larikrejo, dan Wonosoco. Untuk itu Dinas Perdagangan akan menambah pasar tradisional di Undaan.

Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti menjelaskan, empat pasar itu yakni Pasar Ngemplak, Wates, Undaan Kidul, dan Pasar Kalirejo. Pedagangnya juga tidak menetap di satu pasar, mereka berpindah-pindah.

“Pasar Kalirejo sebenarnya menjadi pasar induk, namun pedagangnya kalau jualan masih berdasarkan pasaran itungan jawa dan sering kali berpindah-pindah tempat. Ya, ada beberapa yang menetap, tapi sedikit dan kalau siang hari sudah sepi,” jelasnya.

Baca juga: Sapi Kurban di Blora "Minta Renang” di Sungai Dulu Sebelum Disembelih

Dia mengatakan, Pasar Undaan Kidul (pasaran) juga masih kurang efektif. Sedangkan Pasar Ngemplak dan Wates yang tiap hari jualan jaraknya jauh bagi masyarakat yang berada di wilayah Larikrejo dan Desa Kutuk.

Dia berencana menambah pasar di Desa Kutuk. Biar bis amenjangkau wilayah sana. “Lebih baik Pasar Undaan Kidul dan Ngemplak ditutup saja. Kedua pasar itu kurang efektif,” sarannya.

Selain itu, Sudiharti juga menyoroti keberadaan pasar yang dikelola desa tanpa koordinasi dengan Dinas Perdagangan. Yakni Pasar Undaan Kidul.

“Lama-lama nanti kondisi pasar akan seperti sekolah SD. Yakni banyak sekolah tapi sepi murid, seperti halnya pasar yang tanpa koordinasi dengan Dinas Perdagangan. Akan banyak pasar tapi sepi pembeli,” jelasnya.

Seharusnya, kata dia, keberadaan pasar harus dihitung dari jumlah penduduk di wilayah itu dengan kebutuhan pasar yang ada dan jangkauan masyarakat. Di Kudus banyak pasar yang di kelola desa, seperti Pasar Jepang di Desa Mejobo dan Pasar Burikan. 

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP