alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarkudus
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi
Kopi Jrahi Jadi Primadona

Pemkab Dorong Inovasi Kopi Pati

21 Juli 2021, 12: 28: 05 WIB | editor : Ali Mustofa

PRODUCT BRANDING: Produk kopi kemasan yang diproduksi warga Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal.

PRODUCT BRANDING: Produk kopi kemasan yang diproduksi warga Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal. (KOPI KAMPOENG JRAHI FOR RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Bisnis kopi di Kabupaten Pati terus menggeliat. Kopi Pati telah memiliki tempat tersendiri di kalangan para pecinta minuman berwarna hitam ini. Seperti kopi yang diproduksi warga Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal.

Di desa yang berada di lereng Pegunungan Muria ini terdapat sejumlah produsen kopi dengan berbagai merek. Antara lain Kopi Mak’e, Kopi Towil, Kopi Gubuk, Kopi Kampoeng Jrahi, dan masih ada yang lainnya.

Pemilik Kopi Kampoeng Jrahi, M. Azharudin mengungkapkan, permintaan kopi produksinya lumayan laris. Tiap bulan dirinya bisa mengirim kopi ke berbagai kota. Antara lain seperti  ke Semarang, Batam, hingga Bali. “Perbulan rata-rata bisa menjual hingga 10 kilogram kopi bubuk. Paling laris jenis robusta dan liberika,” kata pria yang akrab disapa Aan ini kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Baca juga: Kurban Tujuh Sapi, Sekjen PPP Wanti-wanti Prokes

NIKMAT: Aneka produk kopi berbagai jenis seperti robusta arabika dan liberika

NIKMAT: Aneka produk kopi berbagai jenis seperti robusta arabika dan liberika (KOPI KAMPOENG JRAHI FOR RADAR KUDUS)

Selain jenis robusta dan arabika, Aan menjual kopi jenis liberika dan peaberry. Aan memproduksi sendiri kopi dari kebunnya, selain itu dia juga bekerjasama dengan petani kopi lain untuk mencukupi kebutuhan produksinya. Aan membeli biji kopi petik merah dan diproses natural.

“Alhamdulillah sudah ada legalitasnya, sudah terdaftar dan mendapat sertifikat halal dari MUI. Saya produksi dibantu dengan partner,” imbuhnya.

Aan memanfaatkan marketplace dan sosial media untuk menjual produk kopinya. Selain itu produknya juga dititipkan di tempat-tempat wisata yang ada di Desa Jrahi. Sekaligus menjadi salah satu oleh-oleh wisatawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati Hadi Santosa mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung geliat industry kecil menengah (IKM) kopi yang ada di Kabupaten Pati. Kopi menurutnya telah menjadi ikon daerah berjuluk Bumi Mina Tani ini.

“Kopi ini tidak hanya hadir sebagai minuman namun sudah menjadi semacam penanda status utamanya bagi kaum milenial. Karena itu perlu inovasi-inovasi lebih, guna memenuhi perkembangan dan permintaan kopi saat ini. Dukungan penuh pasti diberikan Disperindag agar para produsen kopi Pati tetap mampu memenuhi permintaan pasar yang lebih luas lagi,” papar Hadi. 

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya