alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Yuuk Bund Dukung Si Kecil Belajar Online

21 Juli 2021, 11: 50: 21 WIB | editor : Ali Mustofa

Budi Astuti, S.Pd.SD.; Guru SDN 2 Tutup Kec. Tunjungan, Kab. Blora

Budi Astuti, S.Pd.SD.; Guru SDN 2 Tutup Kec. Tunjungan, Kab. Blora (ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

INDIKATOR keberhasilan pembelajaran adalah tercapainya tujuan pembelajaran sesuai yang di diinginkan salah satunya hasil belajar yang memuaskan. Sardiman (2010:135) menyatakan, hasil belajar adalah adanya perubahan tingkah laku dalam dirinya. Tingkah laku tersebut menyangkut baik perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor) maupun yang menyangkut nilai dan sikap (afektif). Tetapi tidaklah mudah untuk mencapai semua itu.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Pertama faktor Intern adalah faktor yang timbul dari dalam diri individu itu sendiri, yaitu kecedersan/intelegensi, bakat, minat dan motivasi.

Kedua faktor ekstern menurut Slameto (1995:60) faktor ekstern yang dapat mempengaruhi hasil belajar adalah keadaan keluarga, keadaan sekolah dan lingkungan masyarakat. Supaya tidak melebar yang kita bahas adalah keadaan sekolah di wakili  oleh guru dan  keadaan keluarga subyeknya orang tua dapat mempengaruhi hasil dari berlajar siswa.

Baca juga: Bupati Blora Salat Id di Pendapa bersama Ajudan dan Keluarga

Perlu kerja sama/kolaborasi yang baik guru dan orang tua dalam menjamin keberhasilan pembelajaran. Kolaborasi menurut Jonathan (2004) mendefinisikan sebagai proses interaksi diantara beberapa orang yang berkesinambungan. Kolaborasi adalah bekerja bersama khusunya dalam usaha penggabungan pemikiran.

Sebelum pademi Covid-19 melanda kegiatan belajar mengajar normal dilakukan di sekolah. Tapi peran orang tua kurang optimal bahkan tak jarang menyerahkan urusan pendidikan anaknya kepada gurunya istilah pasrah bongkokan.

Hanya segelintir yang peduli, dengan alasan waktu anak belajar di sekolah panjang, sibuk bekerja dan alasan klise lainnya ini sehingga hasil belajar kurang memuaskan. Ini fakta yang terjadi di tempat penulis mengajar.

Tapi sekarang dimasa pademi Covid-19 di mana anak lebih banyak melakukan aktivitas belajar di rumah apa yang terjadi sudah dapat ditebak mereka menjerit dalam hati, berkeluh kesah tak bisa ini dan itu isitilah jawanya  “ora kober jengkeng”.

Ada kalanya guru yang disalahkan karena dianggap memberi tugas terlalu banyak ataukah yang salah adalah corona sumber dari penderitaan bagi kita semua.  Berdasarkan wawancara penulis dengan beberapa orang tua mereka mengatakan ternyata sulit membelajari / mendidik anak terutama anak SD. Ada yang mengatakan anak lebih manut kepada gurunya dari pada kepada orang tuanya. jangan saling menyalahkan satu dengan yang lain apalagi menyalahkan keadaan karena pademi. Salah Solusi  membangun kerja sama atau kolabarasi yang solid antara guru dan orang tua agar pembelajaran dapat berjalan lancar.

Kolaborasi yang solid dengan salah satunya dengan orang tua menyediakan fasilitas belajar laptop, atau minimal HP selalu berkuota agar tidak terkendala dalam pembelajaran online. Dampingi siswa dalam belajar berkonsulatasi dengan  guru bila menemui masalah.

Guru pun demikian jika dirasa daring menemui kendala bisa menggunakan luring atau sekali tempo datang ke rumah siswa berdiskusi dengan orang tua murid yang menjadi kendala tentu saja dengan protokol kesehatan. Kolaborasi yang tercipta dengan baik tentu akan menciptakan pembelajaran yang menyenangkan sehingga tujuan pembelajaran dapat berhasil dengan baik.

Jadi kolaborasi yang solid antara guru dan orang tua akan mendukung keberhasilan pembelajaran. Apalagi di tengah pademi yang serba tidak tentu ini bagaimanapun pendidikan harus tetap berjalan untuk mencetak generasi penerus bangsa dimasa depan.

(ks/top/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya