alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Oknum Leasing Diduga Lakukan Pencurian dengan Kekerasan

21 Juli 2021, 10: 58: 25 WIB | editor : Ali Mustofa

DITINDAK: Pengacara Riyanta (kaos merah) mengundang Haryanto (paling kanan) selaku korban dan atas nama pemilik mobil Oditya (memegang surat) di Kantor Hukum GJL Pati.

DITINDAK: Pengacara Riyanta (kaos merah) mengundang Haryanto (paling kanan) selaku korban dan atas nama pemilik mobil Oditya (memegang surat) di Kantor Hukum GJL Pati. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI – Mobil Mobilio milik Haryanto warga Desa Soneyan, Margoyoso, Pati dengan nomor polisi (nopol) K-9344SH disita oleh oknum lesing BCA Finance Semarang. Menurut UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen seharusnya penyitaan melewati pengadilan.

Lokasi kejadian di Genuk, Semarang mobil mobilio hitam itu dicegat. Mobil tersebut dikendarai Roynaldo (anak Haryanto) untuk menumpuk tugas kuliah. Tiba-tiba sekitar pukul 10.00 satu mobil menghadangnya.

”Kemudian salah satu petugas lesing memaksa masuk untuk mengendarai mobil. Kemudian anak saya dibawa ke kantor BCA Finance Semarang. Setelah itu, dipaksa menandatangani surat. Anak saya ditelantarkan disana,” jelasnya.

Baca juga: Transporter Bansos di Jepara Belum Bisa Ditentukan, Apa Sih Alasannya?

Setelah kejadian itu, belum sempat melapor polisi. Kata dia, anaknya itu belum paham dan masih kebingungan. ”Sebulan lalu kasus itu. Proses demi proses saya lalui. Mentok. Sudah tidak tahu mau gimana,” katanya.

Mobil milik Haryanto itu masih meneruskan kredit atas nama Oditya Malzalhaeno. Dengan nomor kontrak kredit 500001230004489001. Dia sudah membayar DP sebanyak Rp 60 juta. Kemudian cicilannya sudah berjalan dua tahun. Kemudian gara-gara pandemi covid-19, ia tak mampu membayar kredit seharga Rp 3,7 juta per bulan.

”Seharusnya kan ada pemberitahuan dulu. Tidak main ambil paksa,” ujarnya.

Haryanto mencoba menemui pimpinan BCA Finance Semarang. Namun, belum membuahkan hasil. Tidak ada keterangan lebih lanjut soal mobilnya.

”Saya juga sudah menemui pihak BCA Finance Kudus. Hasilnya keputusan di tangan pimpinan. Niatnya mau membayar cicilan tertunda tiga bulan plus denda. Tapi kan pimpinannya belum respon sampai sekarang,” paparnya.

Oleh sebab itu, dia meminta advokasi dari pengacara di Pati. Pengacara Riyanta juga Ketua Gerakan Jalan Lurus (GJL) menambahkan, Haryanto ini meminta advokasi. Ini sudah mengarah ke pencurian dengan kekerasan.

”Ngrampok begal istilahnya. Proses penarikan tidak boleh semena-mena. Putusan MK kan lewat pengadilan kalau ada penarikan semacam ini,” jelasnya.

Menurutnya, ini juga kejahatan murni. Harus ditindak secara hukum. Soalnya ini tindak pidana dan meresahkan masyarakat.

”Kami akan mendatangi kantor BCA Finance Kudus dan Semarang. Kalau perlu Kamis lusa akan didemo,” ujarnya.

Saat ini pihaknya akan membuat laporan formal terkait UU No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Dan meneruskan ke pihak berwajib.

”Targetnya ke Polda Jateng. Ini nanti harus ditelurus siapa pelakunya, aktor inteleknya. Mohon maaf bagi lesing ini. Mereka berlindung dibalik kelemahan hukum. Jangan-jangan nanti hasil sitaan tidak dilelang. Malah dibeli dibawah tangan sendiri. Selain itu, pihak debitur tidak ada kesempatan untuk melacak. Bila ditemui tidak kondusif,” pungkasnya. (adr)

(ks/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya