alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Sepekan, Tiga Kali Laporan PHK Sepihak di Jepara, Apa Faktornya?

21 Juli 2021, 10: 44: 33 WIB | editor : Ali Mustofa

PHK SEPIHAK: Salah satu kegiatan industri di Jepara belum lama ini. Sejak tahun kemarin laporan PHK sepihak meningkat.

PHK SEPIHAK: Salah satu kegiatan industri di Jepara belum lama ini. Sejak tahun kemarin laporan PHK sepihak meningkat. (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA – Sejak 2020 awal hingga saat ini kasus perselisihan industrial terjadi peningkatan ka sus. Salah satunya kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan secara sepihak. Bahkan, dalam sepekan Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (DinkopUKMnakertrans) Jepara menerima laporan tersebut hingga tiga kali dalam sepekan.

Kepala Dinkop UKM nakertrans Jepara Samiadji melalui Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Eko Sulistiyono mengatakan persoalan tersebut telah terjedi sejak tahun kemarin. ”Tepatnya di awal-awal tahun,” terangnya.

Faktornya beragam. Mulai dari terjadinya pandemi Covid-19, jumlah produksi tak sebanding dengan jumlah karyawan, order turun hingga harus penyesuaian karyawan. ”Faktornya hampir merata. Pandemi jadi salah satunya,” pungkasya.

Baca juga: Polres Pati Teken Deklarasi Zona Integritas

Ia memperkirakan jumlah karyawan yang diPHK sepihak lebih banyak dari itu. Namun, sejauh ini laporan yang diterima sepekan dua hingga tiga kali.

Dalam regulasi dalam memutuskan hubungan ker ja dengan karyawan, harus diketahui oleh kedua belah pihak. Selain itu, dalam mem-PHK, tidak serta merta dilakukan. Harus memenuhi persyaratan kontrak yang dibuat antara perusahaan dengan pegawai. (rom)

(ks/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya