alexametrics
Jumat, 06 Aug 2021
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Transporter Bansos di Jepara Belum Bisa Ditentukan, Apa Sih Alasannya?

21 Juli 2021, 10: 35: 20 WIB | editor : Ali Mustofa

Transporter Bansos di Jepara Belum Bisa Ditentukan, Apa Sih Alasannya?

JEPARA – Penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jepara belum bisa dimulai. Alasannya, pelaksanaannya belum di-launching. Sedangkan, proses launching-nya menunggu transporter bantuan ke desa-desa ditetapkan terlebih dahulu.

Semestinya, pekan ini bantuan tersebut harus sudah tersalurkan kepada para penerima. Sebelum, PPKM Darurat berakhir.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes) Jepara Edy Marwoto melalui Kabid Rehabilitasi dan Perlindungan Sosial Ferry Yudha Adi Dharma menjelaskan keputusan untuk menentukan transporter itu wewenang Pimpinan Cabang Bulog Pati. ”Kami belum tahu siapa yang jadi transporter. Harapannya, bisa segera ditentukan. Agar segera tersalurkan,” ungkapnya.

Baca juga: RS KSH Pati Hadirkan Layanan Covid Care Online

Bantuan sosial yang disalurkan rencannya adalah beras seberat 10 kilogram per penerima. Meski belum ditentukan transporter-nya, bantuan tersebut telah berada di Jepara. tepatnya di gudang penyimpanan Bulog di Rengging, Pecangaan.

Perkiraannya, untuk dropping seluruh beras tersebut ke seluruh desa butuh waktu empat hingga lima hari. Sedangkan batasnya penyalurannya hingga akhir Juli. Bertepatan dengan PPKM Darurat berakhir.

Nantinya, bantuan tersebut diberikan kepada 51.430 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Keluarga Harapan (PKH) dan 24.042 penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kemensos. Bulan ini untuk penerima BST dari Kemensos juga mendapat bantuan tunai sebesar Rp 300 ribu untuk dua bulan. Yaitu Mei dan Juni. ”Namun juknisnya sendiri kami belum menerima,” imbuh Ferry Yudha.

Beberapa waktu lalu Pemerintah Pusat menambah daftar bantuan untuk masyarakat yang terdampak karena kebijakan PPKM Darurat. Salah satunya dengan memberikan bantuan sosial tunai dan bantuan pangan non tunai. (rom)

(ks/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya