alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarkudus
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Haruskah PTM Terbatas Terhambat Lagi Karena Si Corona?

21 Juli 2021, 09: 42: 30 WIB | editor : Ali Mustofa

Rini Setiyowati,S.Pd.; Kepala SDN 1 Kalen Kabupaten Blora

Rini Setiyowati,S.Pd.; Kepala SDN 1 Kalen Kabupaten Blora (ISTIMEWA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

PEMERINTAH Kabupaten Blora melalui Dinas Pendidikan, pada semester 2 Tahun Pelajaran 2020/2021 yang lalu  mengadakan uji coba Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM). Hal ini disambut antusias oleh para orang tua murid, baik itu SD,SMP/MTs, SMA,MA maupun SMK. PTM terbatas ini dilaksanakan disejumlah sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan yang amat ketat. Semua dilakukan untuk keselamatan peserta didik,para pendidik serta tenaga kepedidikan yang ada di setiap sekolah agar tidak terpapar Covid-19. Pelaksanaan PTM terbatas yang diujicobakan di Kabupaten Blora mengacu pada rencana Menteri Pendidkan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi  yang akan diberlakukan pada bulan Juli tepatnya pada Tahun Pelajaran 2021/2022.  Tahun Pelajaran 2021/2022 sudah dimulai tanggal 12 Juli 2021. Apakah PTM terbatas yang rencananya akan diberlakukan oleh Mendikbudristek bisa terlaksana?

Presiden Joko Widodo sejak tanggal 3 Juli sampai dengan 20 Juli 2021 memberlakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat di Jawa dan Bali. PPKM diberlakukan untuk membendung laju kenaikan angka positif virus corona atau Covid-19. Covid-19 sekarang ini beraneka macam variannya. Ada varian Alpha dari Inggris,Beta dari Afika,Gamma dari Brasil,Delta dari India,Epsilon dari Amerika Serikaat,Zeta dari Brasil, Eta dari Inggris,Theta dari Filipina,Lota dari Amerika Serikat,dan Kappa dari India. Dari sepuluh varian corona tersebut, Varian Deltalah yang sedang merajalela di sejumlah negara tak terkecuali di Indonesia.

Penularan Covid varian Delta di wilayah Indonesia banyak terjadi setelah adanya kegiatan masyarakat yaitu kerumuman terutama kegiatan hajatan. Pada kegiatan hajatan ini semua golongan umur hadir. Banyak yang mengabaikan prokes. Ini yang memicu terjadinya penularan covid. Apalagi jenis varian Delta ini. Akhirnya masyarakat banyak yang terpapar. Demikian juga pada pendidik dan tenaga kependidikan banyak terpapar dan meninggal tak terhitung jumlahnya. Awal corona mewabah hanya orang-orang tertentu yang terpapar dan meninggal. Namun sekarang ini, semua umur dapat terpapar. Dari balita sampai orang tua. Maka PPKM diberlakukan lagi.

Baca juga: Harlah Ke-23 PKB Kurban Satu Ekor Kerbau

Pemberlakuan PPKM di Pulau Jawa dan Bali memberi dampak pada Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas ( PTM) yang seharusnya diberlakukan pada tanggal 12 Juli  Tahun Pelajaran 2021/2022 di seluruh Indonesia. Hambatan ini terjadi karena pasien covid membludak. PTM terbatas di Kabupaten Blora ikut terdampak. Maka Kegiatan Pembelajaran kembali dilakukan secara daring. Pada hari Senin, 12 Juli 2021 semua sekolah sudah membuka kegiatan Pembelajaran daring. Kegiatan ini diawali dengan kegiatan MPLS (Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah) selama tiga hari. Seharusnya awal tahun pelajaran ini sudah dapat dilaksanakan kegiatan MPLS secara tatap muka walaupun hanya 50% kehadiran di setiap harinya. Karena lonjakan pasien covid,  maka kegiatan ini terpaksa dilakukan secara daring.

            PPKM akan berakhir pada tanggal 20 Juli 2021. Apakah PTM terbatas akan dapat dilaksanakan setelah itu? Ataukah PPKM diperpanjang lagi mengingat pasian covid selalu bertambah setiap harinya? Mari kita bantu pemerintah untuk menurunkan paparan covid  ini dengan cara  patuhi prokes dimanapun berada. Jangan meremehkan, karena kita tidak tahu dimana virus itu bertengger. Pakailah masker lapis 4 atau 5 sesuai anjuran pemerintah, karena ganasnya varian Delta, hindari kerumunan,Cuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas.  Kita dukung pemerintah demi PTM terbatas terlaksana.(*)

(ks/top/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya