alexametrics
Jumat, 06 Aug 2021
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Ini Alasan Kurikulum Berbasis Blended Learning Dikembangkan Unisnu

21 Juli 2021, 09: 40: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

INOVASI: Para dosen Unisnu Jepara mengikuti FGD diselenggarakan di Hotel D`Season Jepara belum lama ini.

INOVASI: Para dosen Unisnu Jepara mengikuti FGD diselenggarakan di Hotel D`Season Jepara belum lama ini. (UNISNU FOR RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA – Kompetisi Kampus Merdeka memberi peluang program studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara mengembangkan kurikulum berbasis blanded learning. Tahapan pengembangan kurikulumnya dimulai dengan focus grup discussion (FGD). Temanya “Pengembangan Kurikulum Blended Learning Menuju Kampus Merdeka” Selasa (13/7) lalu.

Kegiatan tersebut diselenggarakan di Hotel D’Season Jepara dengan protokol kesehatan. Pesertanya 19 dosen terdiri dari dosen PBI dan perwakilan dari dosen Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Kegiatan ada dua sesi. Sesi pertama membahas kajian konsep pengembangan kurikulum berbasis blended learning. Narasumbernya Dr. Abdulloh Hamid, M.Pd dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Pengembangan kurikulum ini dilalui dengan pengetahuan teori belajar. Sehingga dapat memetakan capaian pembelajaran sesuai kebutuhan. Implementasi pembelajaran blended learning memadukan pembelajaran tatap muka (face to face) dan pembelajaran online (daring).

Baca juga: Pendaftaran CPNS Diperpanjang Lima Hari

Sesi kedua fokus pada pelaksanaan praktis pengembangan kurikulum berbasis blended learning. Disampaikan oleh Husni Mubarok, M.Pd, pakar bidang pendidikan bahasa Inggris dari Unisnu Jepara.  Dia membedah kurikulum menuju kampus merdeka. Meliputi capaian pembelajaran terdiri dari aspek sikap dan keterampilan yang diadopsi dari Standar Nasional – DIKTI. Serta aspek pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan descriptor KKNI.

Para dosen juga mengembangkan bahan kajian setiap mata kuliah berdasarkan Capaian Pembelajaran atau body of knowledge program studi.

Dekan FTIK Abdul Rozaq juga hadir dalam kegiatan itu. ”untuk mendapatkan kompetisi seperti ini membutuhkan perjuangan ekstra. Karena berkompetisi dengan universitas terkemuka. Alhamdulillah Unisnu Jepara mampu bersanding dengan universitas terkemuka di Indonesia,” paparnya.

Wakil rektor I Unisnu Jepara Mahalli berpesan  dengan perolehan kompetisi itu diharapkan dapat memberikan manfaat dan perkembangan.  

Hasil dari kegiatan itu adalah draf kurikulum berbasis blended learning. Didesiminasikan pada Kamis (15/7) dengan stakeholder Prodi PBI melalui media zoom meeting. Tujunnya memperoleh masukan agar tersusun kurikulum. Dan meningkatkan link and match antara lulusan perguruan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri. (rom)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya