alexametrics
Jumat, 06 Aug 2021
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

PO Bus Tak Rumahkan Karyawan

21 Juli 2021, 10: 05: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

SEPI: Penumpang bus di Terminal Jepara bersiap naik bus kemarin. Selama PPKM Darurat okupansi penumpang kian turun.

SEPI: Penumpang bus di Terminal Jepara bersiap naik bus kemarin. Selama PPKM Darurat okupansi penumpang kian turun. (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/ RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, Radar Kudus – Pemberlakuan Pembatasan Kegaiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sejak 3 hingga kemarin berdampak pada penurunan penumpang bus di Jepara. Khususnya untuk bus dengan tujuan Jabodetabek. Walaupun demikian beberpa PO bus tak merumahkan karyawan.

Bila PPKM Darurat diperpanjang, Bagian Operasional Perusahaan Otobus (PO) Bongkotan Jati Utama (Bejeu) Eddy Abdul Rohman berupaya berjalan dengan semampunya. Tidak sampai merumahkan karyawan. ”Tahun ini tidak ada pemutusan PHK. Karyawan totalnya ada sebelas. Itu sudah limit,” ungkapnya.

Ia mengaku sejak PPKM Darurat penumpangnya rata-rata sepuluh hingga lima belas orang sekali berangkat. Padahal, kapasitas bus cukup untuk tiga puluh orang.

Baca juga: Waduh, Hewan Kurban Sakit kok Tetap Dijual Sih?

Ia menjelaskan selama PPKM Darurat kapasitas penumpang dibatasi 70 persen. Sedangkan di Jabodetabek dan Jawa Barat kapasitasnya dibatasi jadi 50 persen.

Ada 16 bus Bejeu. Bila kondisi normal, delapan bus berangkat dari Jabodetabek ke arah Jateng. Delapan bus lainnya berangkat dari Jateng ke Jabodetabek. Namun karena adanya pemberlakuan PPKM Darurat, operasional bus berkurang. ”Sehari yang berangkat dari timur ke barat paling empat bus. Kadang lima. Mentoknya enam bus,” ungkap Eddy.

Dari penuturannya, penumpang menurun karena takut. Bila dalam perjalanan ada razia atau operasi penyekatan. Sedangkan persyaratan perjalanan itu harus dilengkapi. Mulai dari keterangan bebas Covid-19 dan kartu vaksin. Rata-rata penumpang kesulitan bila diminta melengkapi itu. ”Susah, pada gak mau. Akhirnya lebih memilih tidak naik bus,” pungkas Eddy.

Dari pantauan di Terminal Jepara kemarin sekitar pukul 16.00 hanya terdapat tiga bus di terminal. Dua bus jurusan Jakarta dan satu bus jurusan Surabaya. Namun, bus-bus itu tak terisi penuh. Masih banyak kursi tampak kosong. Penumpang di terminal pun hanya sekitar 10 orang. (rom/zen)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP