alexametrics
Jumat, 06 Aug 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

MR Kosong, Seribu Anak di Kudus Berpotensi Kena Campak

20 Juli 2021, 17: 04: 08 WIB | editor : Ali Mustofa

AYO IMUNISASI: Heri menggendong anaknya di depan ruangan imunisasi di Puskesmas Jati kemarin.

AYO IMUNISASI: Heri menggendong anaknya di depan ruangan imunisasi di Puskesmas Jati kemarin. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Puskesmas mengalami ketersendatan capaian Imunisasi dasar lengkap (IDL). Penyebabnya vaksin MR kosong sejak Desember 2020 atau sepuluh bulan. Padahal vaksin ini penting bagi balita agar tidak diserang penyakit campak. Selain itu, jika vaksinasi ditunda, anak bisa vaksin dua kali.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo melalui Pengelola Program Imunisasi Ali Muhtadi, menjelaskan target sasaran 5.968 baru tercapai 4.624 sasaran. Dari 19 Puskesmas yang mampu melebih 40 persen imunisasi dasar lengkap. Kendati demikian, upaya terus dilakukan. Salah satunya mengarahkan balita belum divaksin ke jejaring layanan kesehatan yang masih ada stok.

Seperti halnya Puskesmas Jati, sudah tidak memiliki vaksin MR sejak Februari 2021.

Baca juga: Selama PPKM Darurat Terjadi 34 Kecelakaan di Kudus, Ini Penyebabnya

Kepala Puskesmas Amad Muchamad mengatakan, BCG tinggal 20 vial yang hanya cukup untuk sebulan. Kemudian Pentabio dapat kiriman 20 vial, polio 20 vial, IPV, Tetanus dan difteri (Td), dan HB0 kondisinya aman.

“Kami tetap kejar capaian IDL lewat jejaring layanan kesehatan seperti bidan dan klinik swasta yang masih memiliki vaksin MR. Cuma memang ada biaya jasanya, berbeda dengan Puskesmas, gratis,” jelasnya.

Dia mengatakan, jika vaksin tak lengkap, maka Puskesmas belum bisa dikatakan IDL.

Dia mengaku, sebenarnya masih dikejar untuk capaian IDL.  Misalnya belum ada yang vaksin, tahun depan ada program sweeping vaksin.

“Tahun depan diperkirakan vaksin MR dan vaksin lain ada stok lagi. Sudah ada batas maksimal untuk dapat vaksin IDL yakni sampai usia tiga tahun,” jelasnya.

Dia menerangkan, capaian IDL di Puskesmas Jati dari Januari- Juni 2021 sebesar 518 atau 47,5 persen dari total sasaran 1.102.

Heri, salah satu warga mengaku anaknya yang sudah berusia dua tahun sudah lengkap imunisasi.

“Kalau saya pribadi penting imunisasi, mencegah penyakit yang berbahaya. Contohnya campak dan difteri yang bisa menyebabkan kematian.,” jelasnya.

Ditempat terpisah, Pengelola Program Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Ali Muhtadi menjelaskan, kalau berlarut-larut IDL ada yang tidak terpenuhi maka bisa menjadi boom waktu jangka panjang.

“Contohnya, difteri. Di Kudus tidak pernah terjadi kasus difteri atau bukan daerah endemis difteri. Kendati begitu, masyarakat  tetap saja membutuhkan vaksin sebagai upaya proventif dan proteksi terhadap penyakit difteri,” ungkapnya.

Ali mengatakan, batas usia IDL sampai tiga tahun. Kalau misalnya tahun ini belum lengkap, tahun depan bisa dilengkapi. Misalnya, dua tahun ke depan bahkan sampai seterusnya tidak ada, siap-siap saja bisa menjadi daerah endemis salah satu dari penyakit tersebut.

“Saya rasa tidak sampai dalam jangka waktu lama. Tahun depan diperkirakan vaksin sudah tersedia. Kalau ditunda-tunda maka kebutuhan vaksin semakin banyak, karena satu anak bisa dua kali imunisasi,” jelasnya. 

(ks/san/mal/top/JPR)

 TOP