alexametrics
Jumat, 06 Aug 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Dikira Tabrak Lari, Ambulans di Kudus Ternyata Bawa Pasien Kritis

20 Juli 2021, 16: 56: 47 WIB | editor : Ali Mustofa

TINJAU: Anggota Laka Satlantas Polres Kudus memeriksa TKP.

TINJAU: Anggota Laka Satlantas Polres Kudus memeriksa TKP. (LAKA LANTAS POLRES KUDUS FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Kecelakaan yang melibatkan ambulans kembali terjadi pada Minggu (18/7) pukul 06.30. Kali ini ambulans Lazismu menabrak pengendara sepeda motor. Pihak ambulans sempat dianggap melarikan diri karena langsung melaju setelah kejadian.

Kanit Laka Satlantas Polres Kudus Ipda Firman Abit Prasetya menyebut saat kejadian ambulans sedang membawa pasien kritis. Sehingga terburu-buru karena ada nyawa yang harus diselamatkan. Korban yang dibawa berasal dari Mlongo, Jepara.

“Maka saat itu sirine dinyalakan. Dan lampu sein menyala. Korban saturasi oksigennya menurun dan perlu segera diselamatkan,” jelasnya.

Baca juga: Miliki Tiga Ambulans untuk Penanganan Covid-19

Firman menjelaskan jika ambulans K-8916-K  berjalan dari arah barat ke timur dengan kecepatan sedang. Namun sesampai di TKP mobil yang dikendarai Fatkhur Rahman menerobos lampu traffic light yang menyala merah. Sebab membawa korban yang insidentil.

Sementara itu, dari arah utara ke selatan ada pengendara Honda Vario K-4675-KR. Sehingga terjadilah benturan yang mengakibatkan pengendara terjatuh beserta pengendaranya.

“Sementara ambulans menabrak water barrier yang terpasang di jalan. Dan selanjutnya melanjutkan perjalanan mengantar pasien ke RS Aisyiyah,” terangnya.

Akibat kecelakaan itu, pembonceng Vario berinisial MA (ibu), 31, dan SN, 10, (anak) mengalami luka ringan. Dan sempat menjalani perawatan di RSUD Kudus.

Terkait dugaan penerobosan water barier, Firman menjelaskan jika di Kudus memang ada kelonggaran atau kewenang bagi ambulans yang sedang membawa pasien kritis untuk bisa menerobos penutupan jalan dengan alasan kondisi darurat. 

“Untuk itu, ambulans bisa lewat dari arah barat ke timur karena di Kudus ada prioritas bagi kendaraan ambulans yang sedang membawa pasien kritis. Dan setelah kejadian driver langsung melaju karena ada nyawa yang ingin diselamatkan,” imbuhnya.

Atas itu sempat beredar isu dan pemberitaan jika ambulans melarikan diri. Padahal setelah mengantar pasien, driver ambulans langsung menyerahkan diri ke unit Laka Lantas Polres Kudus tanpa perlawanan.

Abdullatif Muhtadin, manager Lazismu menjelaskan pengemudi sempat banting setir namun tak sampai karena jaraknya sudah mepet. Terlebih dalam keadaan buru-buru karena membawa pasien kritis.

“Jadi pengemudi harus bergegas membawa pasien ke RS Aisyiyah. Karena saturasi oksigen pasien menurun. Jadi tidak ada maksud melarikan diri. Dan sebagai bentuk tanggung jawab, driver menyerahkan diri usai mengantar pasien,” imbuhnya.

Bahkan pasien yang dibawa itu telah meninggal tadi pagi dan terkonfirmasi positif covid-19 di RS Aisyiyah. Sementara dari korban yang tertabrak ambulans mengalami luka ringan.

“Saat kami silaturahmi, sang istri luka di pelipis mata dan sakit pinggang. Suami dan anak sehat,” terangnya.

Terkait masalah penabrakan itu Abdullatif menyebut pihaknya sudah menyelesaikannya secara kekeluargaan. Sebagai ganti rugi, korban tabrakan itu mendapatkan tali asih untuk biaya pengobatan. (tos)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP