alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Selama PPKM Darurat Terjadi 34 Kecelakaan di Kudus, Ini Penyebabnya

20 Juli 2021, 16: 45: 23 WIB | editor : Ali Mustofa

Selama PPKM Darurat Terjadi 34 Kecelakaan di Kudus, Ini Penyebabnya

KUDUS - Kecelakaan di Kudus meningkat seiring diterapkannya penyekatan di sejumlah jalan utama dan pemadaman LPJU selama PPKM Darurat. Dari yang biasanya dalam sebulan di bawah 30 kasus. Sejak diberlakukan PPKM darurat hingga kemarin (3/7-19/7) angka kecelakaan mencapai 34 kejadian.

Kanit Laka Satlantas Polres Kudus Ipda Firman Abit Prasetya menyebut dari 34 kasus itu menyebabkan dua korban meninggal. Selain itu, dua lainnya mengalami luka berat. Dan 37 korban sisanya luka ringan.

”Dari jumlah kasus itu, rata-rata pelaku atau korban laka paling banyak usia 21-40 tahun. Yakni menyumbang 12 kasus. Sementara untuk profesi, mayoritas pelaku, dan korban adalah karyawan swasta. Padahal kecenderungan biasanya pelajar,” jelasnya.

Baca juga: Mulai Landai, Pemkab Kudus Terima Rujukan Pasien Covid-19 Lagi

Jumlah kasus ini menurutnya meningkat. Sebab sebelum diterapkannya PPKM darurat yang disertai berbagai kebijakan itu, kasus kecelakaan selama sebulan di bawah 30 kasus. Sementara kini tak sampai sebulan telah tembus 34 kejadian.

Dia memprediksi faktor penyebabnya yakni penyekatan jalan dan pemadaman. Adanya penyekatan jalan utama membuat masyarakat harus berebut mencari jalur alternatif. Sehingga Jalan-jalan tikus jadi ramai. Terlebih saat pagi atau sore saat karyawan pabrik berangkat dan pulang.

”Sehingga mereka kadang berebut jalan. Atau ada juga yang karena jalan utama disekat membuat pengendara harus putar balik. Dalam kondisi kendaraan juga padat. Mereka kesusahan dalam menyebrang. Di saat seperti itu ada yang kurang hati-hati,” jelasnya.

Kemungkin lain karena penerangan. Dipadamkannya penerangan jalan, membuat pencahayaan berkurang. Sehingga mempengaruhi pengelihatan pengendara. Terlebih dari temuan kasus kecelakaan, mayoritas bermasalah dengan lampu. Ada yang lampu motornya rusak hingga memang tidak menyalakan lampu utama.

”Realitasnya, 60 persen kejadian kecelakaan  selama PPKM Darurat ini terjadi malam hingga dini hari,” imbuhnya.

Dari sekian banyak kasus, ada tiga titik yang menjadi jalur tengkorak atau black spot. Yakni di jalan Lingkar Timur turut Desa Ngembal Kulon, Jati. Dan Jalan Kudus-Pati Desa Terban, Jekulo. Untuk Jalan Kudus-Pati memang langganan.

”Sementara Jalan Lingkar Timur kemungkinan disebabkan kurang hati-hatinya pengendara. Sebab itu aspalnya baru. Dan banyak yang ngebut. Sebaliknya, di Jalan Payaman yang biasanya jadi langganan kini justru tidak lagi,” jelasnya. 

Menyikapi situasi itu, Firman akan berkoordinasi dengan pihak terkait yang menyangkut pemadaman dan penyekatan. Agar kejadian serupa tak berlarut. Sementara dari sisi internal, pihaknya akan memasang baner dan imbauan di titik-titik rawan itu.

”Selain itu, kami pantau memang ada penurunan kesadaran ketertiban lalu lintas. Untuk itu sosialisasi akan kami galakkan lagi,” tegasnya. (tos)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya