alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Sapi asal Rembang yang Dipesan Jokowi

Diberi Makan Kedelai, Berat Capai 1,004 ton

20 Juli 2021, 10: 11: 26 WIB | editor : Ali Mustofa

SIAP KIRIM: Sapi pesanan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo diberangkatkan menuju Grobogan kemarin.

SIAP KIRIM: Sapi pesanan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo diberangkatkan menuju Grobogan kemarin. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

Sapi jenis PO milik Inayah, kepala Desa Sendangagung, Kaliori, Rembang, dipesan Presiden Jokowi. Beratnya 1,004 ton. Harga Rp 90 Juta. Agar tetap sehat, sapi sengaja diberi kedelai. Juga dikontrol kesehatannya secara periodik.

VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI, Radar Kudus

DIA terlihat paling gagah jika dibandingkan sapi lainnya di kandang. Beratnya lebih 1 ton. Panjangnya sekitar 2,5 meter. Sapi jantan itu menjadi nominator pertama se-Jawa Tengah yang akan dijadikan hewan kurban Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Jelang Idul Adha, Pengepul Hewan Kurban dadakan di Grobogan Turun

Truk pengangkut sudah datang menjemput. Pekerja pun menuntunnya. Sapi jenis PO itu penurut. Cukup satu orang yang menggelandang. Perlahan ia dinaikkan ke bak. Kali ini butuh personel tambahan. Ada tiga orang. Satu di depan kepala sapi. Dua orang berjaga di belakang.

Brakk…. Sapi itu agak melompat. Mobil truk sontak bergoyang saat sampai dalam bak. Cukup memberontak sekali, si sapi pun jinak kembali.

Setelah semua siap, truk pun beranjak menuju Grobogan. Rencana, si sapi bakal disembelih di salah satu masjid di sana.

Sapi ini miliki Inayah, Kepala Desa Sendangagung. Dia bersama suaminya peternak sapi. Di belakang rumahknya masih ada puluhan. Ukurannya macam-macam. Ada yang masih pedet.

Dulu ia mendapatkan sapi ini dari salah satu pasar hewan. Suaminya memang bisa memprediksi tumbuh kembang sapi ke depan. ”Bapak (suami,Red) bisa tahu dari bentuknya sapi sudah tahu besok beratnya. Kalau saya tidak paham,” jelasnya.

Setahun lalu berat sapi sekitar 700 Kg. Sekarang 1,004 ton.

Hingga ada petugas dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dintanpan) Rembang untuk kunjungan ke kandang.

Petugas tersebut melihat sapi yang bakal dibeli presiden itu. Ukurannya lebih besar dibanding yang lainnya. ”Nanti saya masukkan ke Pak Jokowi Bu, karena pak Jokowi cari sapi yang PO. Beratnya 1 ton,” katanya menirukan petugas itu.

Dari situlah si sapi mulai diperhatikan khusus. Dengan memberi tambahan pakan berupa kedelai. Dari kombinasi pakan tersebut, kotoran dan kencing yang dihasilkan si sapi dinilai sedikit.  Berat badannya juga menunjukkan progres kenaikan. ”Sapi lain tidak. Karena kedelai juga mahal,” katanya.

Awalnya, ia mematok harga Rp 100 juta. Kemudian ditawar Rp 90 juta. Saat itu, juga ada calon pembeli lain. Seorang bos kapal. Yang menawar di atas harga Rp 90 juta. Namun ia tak memberikan. Karena sudah ada komitmen. Selain itu, juga ada rasa bangga. Apabila sapi tersebut dibeli presiden.

Kasi Kesehatan Hewan Dintanpan Rembang Ahyuni Indahwati menilai kondisi sapi sudah ideal. Beberapa kali sudah dites kesehatan.  Di Jawa Tengah, kata dia, ada tiga nominator sapi lain. Rembang merupakan kandidat nomor satu.

Tahun ini juga merupakan kali pertama ada sapi dari Rembang yang dibeli presiden. Pihaknya sudah melaksanakan persiapan satu tahun. Standar sapi presiden sendiri harus sehat dan bobot yang paling berat.

”Satu tahun kami pantau kesehatannya. Kontrol penyakit cacing, kami juga berikan mineral tambahan,” ujarnya.

Pihaknya memang sudah mengagendakan agar sapi Rembang bisa lolos menjadi salah satu hewan kurban presiden.  Sehingga antara dinas dan peternak pun saling bersinergi. ”H-1 (Idul Adha) tembus satu ton lebih,” jelasnya. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya