alexametrics
Jumat, 06 Aug 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Melihat Peternakan Sapi Kurban Unggul di Pati

Sapi Berbobot 1,3 Ton Terjual Rp 100 Juta

19 Juli 2021, 20: 11: 05 WIB | editor : Ali Mustofa

SAPI JUARA: Anita Ngatmiati bersama sapi jenis limosin bernama Boy Limos miliknya yang laku dibeli Rp 100 juta.

SAPI JUARA: Anita Ngatmiati bersama sapi jenis limosin bernama Boy Limos miliknya yang laku dibeli Rp 100 juta. (ANITA NGATMIATI FOR RADAR KUDUS)

Share this      

SAPI jenis limosin itu dinamakan Boy Limos. Bobotnya 1,3 ton. Pernah dua kali menyabet juara kontes ternak tingkat Kabupaten Pati dan Provinsi Jawa Tengah. Hari ini, sapi seharga Rp 100 juta itu, dikurbankan oleh keluarga besar almarhum Asoni di Masjid Darussalam Desa Tambahmulyo, Gabus, Pati.

Tahun ini, Anita Ngatmiati senang sekali. Penjualan sapi kurbannya memang terdampak pandemi Covid-19. Namun, sapi kebanggaannya, Boy Limos, laku terjual. Hari ini dikurbankan di Masjid Darussalam, Desa Tambahmulyo, Kecamatan Gabus, Pati.

Sapi berbobot 1,3 ton itu, laku Rp 100 juta. Sapi ini istimewa, karena pernah menyabet juara I sapi eksotis Piala Bupati Pati dan juara II penggemukan tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Baca juga: Lestari Moerdijat: PPKM Darurat bukan untuk Diperdebatkan

Sapi-sapi di kandang milik Anita yang berkapasitas 50 ekor.

Sapi-sapi di kandang milik Anita yang berkapasitas 50 ekor. (ANITA NGATMIATI FOR RADAR KUDUS)

”Alhamdulillah sapi paling jumbo di peternakan kami laku dibeli warga desa sini sendiri. Dibeli atas nama keluarga besar almarhum Asoni,” terang Anita Ngatmiati kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Untuk diketahui, Anita merupakan salah satu peternak sapi tersohor di Kota Mina Tani. Sapinya banyak dan sering menjuarai kontes. Penjualannya juga bagus. Sebelum masa pandemi, biasanya pada momentum Lebaran Kurban seperti saat ini, dirinya bisa menjual sapi kurban sekitar 30 ekor. Tahun ini dirinya hanya bisa menjual sekitar 20-an ekor sapi. Harga rata-rata dari Rp 18 sampai 22 juta. Namun ada juga yang Rp 100 juta yang diberi nama Boy Limos berbobot 1,3 ton itu. Sapi itu berusia 5 tahun.

”Tahun ini pembeli dari lokal Pati saja. Biasanya dari luar daerah banyak. Tahun ini biasanya langganan yang beli lima ekor rata-rata, tapi ya juga turun. Namun yang membuat saya senang karena Boy Limos terjual,” kata Anita.

Hal itu karena harga Boy Limos cukup fantastis. Menjadi harga tertinggi yang pernah ia jual. Menurutnya cukup sulit untuk mencapai bobot seperti Boy Limos. Untuk itu, sapi tersebut istimewa.

”Kalau tidak betul-betul jenis unggul pasti akan sulit. Perawatannya juga harus benar-benar serius. Kalau sapi besar biasanya kalah di kaki. Kebanyakan lumpuh. Karena itu perawatannya harus benar,” papar Anita.

Peternakan yang berada di RT 3/RW 2, Desa Tambahmulyo, Kecamatan Gabus, Pati, ini, memang spesialis penggemukan sapi. Selain limosin ada sapi jenis lain yang digemukkan di tempat ini. Antara lain brahma, simetal, pegon, dan brangus. Usaha peternakannya sudah ada sejak tujuh tahun lalu. Total kapasitas kandangnya mencapai 50 ekor. ”Kalau kandang  yang urus suami saya. Kalau saya bagian manajemennya,” kata Anita. (*/uha) 

(ks/lin/top/JPR)

 TOP