alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

PTM di Rembang Digelar Sehari hanya Dua Jam

19 Juli 2021, 13: 50: 24 WIB | editor : Ali Mustofa

KANGEN SEKOLAH: Pelajar SMP disalah satu sekolah di Kecamatan Rembang kota jalan kaki di jalur pantura. Kini mereka rindu pembelajaran.

KANGEN SEKOLAH: Pelajar SMP disalah satu sekolah di Kecamatan Rembang kota jalan kaki di jalur pantura. Kini mereka rindu pembelajaran. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, – Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) masih menunggu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali. Jika tidak ada kendala nantinya akan diterapkan secara terbatas sepekan hanya dua hari. Satu harinya 2 jam.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang Mardi saat dikonfirmasi anak didik baru selesai masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Saat ini mereka kembali menerapkan daring. Untuk PTM masih menunggu perkembangan PPKM darurat.

”Kita masih menunggu kalau PPKM darurat diperpanjang, kita tetap mengikuti kebijakan itu,” jelasnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (18/7).

Baca juga: Pelaku Usaha TPI Rembang Keluhkan Retribusi Tak Sebanding Sarpras

Sesuai dengan juknis yang disampaikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebetulnya selain zona merah diperbolehkan melaksanakan PTM secara terbatas. Dari jenjang apapun. Baik Paud, SD-SMP.

Itu sudah ada petunjuk teknisnya. Setiap kelas di isi berapa dan sebagainya. Cuma karena sementara PPKM darurat masih diberlakukan. Lalu melihat pelaksanaanya rencana diperpanjang, daerah mengikuti kebijakan itu.

”Sudah pembelajaran jarak jauh (PJJ) dimulai. Jadi saya rasa sistem pembelajaran tidak jauh seperti yang kemarin. Intinya tidak secara tatap muka. Sehingga sekolah bisa memilih model dengan kondisinya masing-masing,” katanya.

Karena PJJ tentunya sekolah-sekolah WFH 100 persen. Tetap memaksimalkan pembelajaran. Meskipun pembelajaran dilakukan di rumah siswa masing-masing. Disampaikan pihak sekolah meski anak didik di rumah dipesan menjaga kesehatannya. Tetap patuhi prokes.

Jangan-jangan di rumah saat diluar jam pembelajaran jangan-jangan juga bisa terkena. Makanya selama pandemi tetap dihimbau protokolnya. Tujuan sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang masih tinggi.

”Untuk di Rembang khususnya kita belum menerima informasi untuk pelaksanaan vaksinasi untuk peserta didik. Kapan dilaksanakan dan sebagainya. Kalau mau dilaksanakan dan sebagainya harus tahu juga dan teknisnya dari Dinkes,” jelasnya.

Terkait teknis Dindikpora memberikan atau mengajukan permohonan. Jelasnya juga ada informasi Dinkes. Kalau memang dilakukan, kapan waktunya. Mekanisme seperti apa. Hingga sekarang belum dan rata-rata se-Jateng belum berjalan.

 Namun secara prinsip tenaga pendidik dan peserta didik siap. Untuk guru rata-rata sudah di vaksin. Semua sudah diatur satu ruangan tidak masuk semua. Separo atau 50 persen. Atau paling banyak 18 orang.  Tidak masuk setiap hari, dari panduan sepekan masuk dua hari. Satu harinya dua jam.

”Memang benar apa yang disampaikan pak Presiden Joko Widodo. Kalau bisa murid-murid juga divaksin,” harapannya.

Tentu jumlah murid begitu banyak. Di Rembang tingkat SD di lingkungan kewenangan Dindikpora jumlahnya hampir 50 ribu. Belum Madrasah Ibtidaiyah (MI) maupun anak-anak PAUD maupun SMP di kota garam.

Makanya perlu dilakukan identifikasi. Berapa jumlah siswa dan kebutuhan vaksin-nya.  Terkait ketersediaan vaksin seperti apa, Dindikpora akan koordinasi dulu Dinkes. Nanti dipetakan. Prioritas utama sudah selesai apa belum? Vaksin sudah tersedia belum? Itu kewenangan Dinkes.

”Kita perlu koordinasi dengan Dinkes terkait vaksin. Mungkin ketersediaan, prioritas-prioritas yang perlu didahulukan. Seperti dulu guru divaksinasi kita koordinasi, akhirnya menjadi prioritas dan sudah tervaksin. Yang belum yang punya penyakit-penyakit,” imbuhnya. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya