alexametrics
Jumat, 06 Aug 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Pelaku Usaha TPI Rembang Keluhkan Retribusi Tak Sebanding Sarpras

Hasil Sidak Komisi B DPRD Rembang

19 Juli 2021, 12: 21: 38 WIB | editor : Ali Mustofa

SERAP ASPIRASI: Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Rembang saat melakukan tinjauan ke TPI Pandangan, Kragan, beberapa hari lalu.

SERAP ASPIRASI: Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Rembang saat melakukan tinjauan ke TPI Pandangan, Kragan, beberapa hari lalu. (SUMARDI FOR RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, – Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pandangan menuai keprihatinan dari komisi B.  Akses jalan dinilai sudah tak layak dan butuh perbaikan.

Ada empat anggota Komisi B yang turun ke lapangan. Diantaranya Agus Sutrisno, Basirun dan Sustiyono termasuk Sumardi. Komisi yang membidangi perekonomian dan keuangan

Salah satu anggota komisi B, DPRD Rembang Sumardi saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus menuturkan belum lama ini mengecek kondisi TPI Pandangan dan Kragan. Untuk melihat kondisi infrastruktur nelayan wilayah Rembang timur tersebut.

Baca juga: Jalan Disekat saat PPKM Darurat, Mobilitas Warga Kudus Malah Meningkat

Pengecekan itu merupakan rangkaian menindaklanjuti beberapa waktu lalu adanya audiensi  dari TPI Sarang. Dari para nelayan, pedagang dan Koperasi Unit Desa (KUD). Menyampaikan sejumlah keluhan. Terkait sarpras TPI yang dinilai tak sebanding dengan retribusi yang dibayarkan hingga penunggakan pembayaran kapal hasil lelang.

”Berhubung waktunya terbatas kita baru di Pandangan. Dengan agenda melihat kondisi aktivitas di TPI di sana,” kata Sumardi.

Anggota komisi B yang datang bertemu dengan pegawai tenaga harian lepas (THL). Di Pandangan ada 18 orang. Pegawai THL masih standby semua. Termasuk bertemu dengan para pedagang secara terbatas.

Dari sisi sarpras TPI Pandangan saat ini kurang layak. Begitupun akses jalan dinilai anggota dewan kurang memadai. Sehingga nelayan saat muat tidak bisa langsung merapat. Butuh diperluas.

"Selain itu nelayan juga mengeluh hasil tangkapan cuma sedikit, gelombang tinggi. Jadi banyak yang tidak berangkat,” keteranganya.

Lanjut Sumardi menyampaikan kebanyakan nelayan di sana mini pursein mini. Sehingga dari sisi ukuran kapal tidak terlalu besar. Dari jumlah kapal sekarang 150. Sementara bakul sekarang 22 orang. Masukan para nelayan maupun bakul ditampung. 

(ks/ali/noe/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya