alexametrics
Jumat, 06 Aug 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Agung Nugroho Owner Urip Agung Land

Sukses jadi Investor Properti di Tengah Pandemi

18 Juli 2021, 16: 40: 16 WIB | editor : Ali Mustofa

SUKSES: Owner Uripagungland, Agung Nugroho, 31, saat di depan perumahannya.

SUKSES: Owner Uripagungland, Agung Nugroho, 31, saat di depan perumahannya. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)

Share this      

Bekerja di bank daerah di Jawa Tengah, Agung Nugroho belajar memutar otak untuk berbisnis. Terlebih di tengah kondisi pandemi yang melanda hampir dua tahun ini. Dengan  bermodalkan pinjaman uang dari kantornya senilai Rp 60 juta. Agung –sapaan akrabnya- kini sukses memiliki 32 unit rumah yang dijual.

INTAN MAYLANI SABRINA, Radar Kudus

Sektor properti dinilai Agung Nugroho menjadi investasi yang menarik di tengah pandemi Covid-19. Langkah itu dimulai dari ketidaksengajaan dalam meminjam modal di kantornya senilai Rp 60 juta pada Juli 2014. Uang tersebut ia coba investasikan untuk membeli tanah kavling di pinggiran kota.

Baca juga: Sudah Tiga Bulan BST di Pati Belum Cair, Apa Sih Penyebabnya?

Setelah tujuh bulan, akhirnya ia mencoba beriklan melalui daring. Tak lama, akhirnya tanah kavling tersebut laku terjual Rp 105 juta. ”Cukup menggiurkan, akhirnya ketagihan dan nyaman,” ujar pria yang tinggal di Perum Ayodya Bersemi 1, Jl. Sugriwa Blok P10 Purwodadi ini.

Begitu seterusnya, ia kembali membeli tanah kavling dan kemudian dijual kembali hingga beberapa kali. Kemudian pada 2018, mencoba tantangan dengan menjual properti dalam bentuk rumah.

Awal yang manis, pria kelahiran Grobogan 18 September 1990 ini langsung sukses menjual enam unit rumah komersial di daerah Sambak Purwodadi. Hanya dalam kurun waktu 10 bulan.

Akhirnya berlanjut proyek-proyek kecil yang lain, hingga pada 2020 ketika awal pandemi. Ia memberanikan diri naik kelas membuka perumahan kecil dengan konsep cluster yang diberi nama Cluster Taman Asteria.

”Saat itu sempat bertemu teman arsitek. Kemudian nimba ilmu bareng. Membeli tanah yang berada di cekungan untuk dijadikan cluster. Tentu ini tantangan tersendiri. Apalagi saat itu diawal pandemi tapi benar-benar bisa survive,” ujarnya.

Di cluster Asteria ia membuat 14 unit. Konsep cluster tersebut membuatnya banyak belajar dan nyaris putus asa di tengah jalan. ”Sempat kaget awalnya, karena harus melakukan penggurukan cukup dalam, membuat pondasi, jembatan, jalan baru. Belum lagi legalitas, kemudian saya belajar menjadi marketing juga untuk memasarkan kluster ini,” katanya.

Tak mudah, bisnisnya terus berkembang dengan beberapa diversifikasi usaha di bawah naunganUripagungland yang meliputi; flipper property, general contractor, manajemen pembangunan, design interior & property agent.

Ia pun sempat tidak percaya jika ternyata mampu, apalagi sampai dengan saat ini masih menjalani pekerjaan fulltime sebagai banker di salah satu bank daerah. Percayalah dengan proses, apa yang dibangun dari nol akan memberikan pelajaran berharga di masa depan.

”Saya ingin memberikan gambaran positif tetang entrepreneurship, apapun bidangnya. Percayalah modal itu nomor sekian. Amanah customer adalah kunci utama bisnis dan jangan serakah. Selain harus merencanakan bisnis dengan baik, yang terpenting harus berani memulai,” paparnya.

Bahkan, basik hukum yang dimilikinya. Dimanfaatkan untuk memperluas jaringan. ”Waktu itu S1 ambil Hukum Unness. Kemudian lanjut S2 Magister Kenotariatan Unissula. Saat ini menempuh pendidikan S3 Doktor Ilmu Hukum Unissula. Setelah lulus ingin bisa jadi konsultan,” paparnya.

(ks/top/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya