alexametrics
Jumat, 30 Jul 2021
radarkudus
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Baru Tetapkan Satu Tersangka Kasus Penjualan Obat Covid-19

14 Juli 2021, 14: 23: 07 WIB | editor : Ali Mustofa

SIKAT: Dari kiri Kapolres AKBP Benny Setyowadi, Bupati Grobogan Sri Sumarni, Kajari Grobogan Iqbal, dan Dandim 0717 Purwodadi Letkol Inf Asman Mokoginta menunjukan obat yang dijual dengan harga tinggi. beberapa waktu lalu.

SIKAT: Dari kiri Kapolres AKBP Benny Setyowadi, Bupati Grobogan Sri Sumarni, Kajari Grobogan Iqbal, dan Dandim 0717 Purwodadi Letkol Inf Asman Mokoginta menunjukan obat yang dijual dengan harga tinggi. beberapa waktu lalu. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN – Polisi menetapkan satu tersangka dalam kasus penjualan obat Covid-19 dengan merek Azithroycin Dihydrate berdosis 500 mg yang dijual dengan harga berlibat ganda. Tersangka berinisial NP itu, diketahui pemilik Apotek Bugel di Kecamatan Godong.

Obat satu strip sesuai harga eceran terendah (HET) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI hanya Rp 17 ribu. Tetapi tersangka menjual satu strip berisi 10 tablet dengan harga Rp 100 ribu.

Baca juga: Hikmah Positif di Balik Pandemi Covid-19

Kasatreskrim AKP Aji Darmawan mengatakan, sampai kemarin pihaknya baru menetapkan satu tersangka sebagai penjual dan pemilik apotek. Sedangkan asal distribusi obat dan keterlibatan pihak lain masih dalam proses penyidikan.

”Kami baru menetapkan satu tersangka berinsial NP sebagai pemilik dan penjual obat,” kata AKP Aji Darmawan.

Sebelumnya, Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi mengatakan, pengungkapan penjualan obat dengan harga berlipat ganda ini, berawal dari laporan masyarakat dan operasi harga obat untuk semua apotek di Kabupaten Grobogan. Saat itu, petugas mendapati laporan bahwa Apotek Bugel menjual obat dengan harga tidak standart alias melipatkan gandakan harga.

Atas temuan tersebut, petugas dari Polres Grobogan langsung melakukan tindakan. Sebab, menaikkan harga berlipat ganda merugikan warga serta melanggar ketentuan PPKM Darurat dan surat edaran (SE) Kemenkes.

”Dari apotek tersangka juga menimbun obat itu (Azithroycin Dihydrate dengan dosis 500 mg, Red). Karena ketika ditanya stok bilangnya hanya tinggal lima strip. Setelah diperiksa digudang, ternyata ada 25 boks,” ujarnya.

Setelah mendapatkan bukti pelanggaran tersebut, Polres Grobogan langsung mengamankan barang bukti berupa 25 boks obat, tiga buku penjualan, dan nota penjualan. Selain itu, juga mengamankan satu tersangka perempuan NP sebagai pemilik Apotek Bugel Godong.

”Untuk pasal yang menjerat pelaku, sudah kami koordinasikan dengan Kejari Grobogan terkait hukum saat PPKM Darurat,” terangnya.

Tidak hanya masalah obat, Polres Grobogan juga akan menindak bagi penimbun oksigen. Pihaknya berpesan agar pedagang tidak mengambil kesempatan untuk menaikkan harga dengan memanfaatkan situasi pandemi Covid-19. 

(ks/mun/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya