alexametrics
Sabtu, 18 Sep 2021
radarkudus
Home > Features
icon featured
Features
Lebih Dekat Relawan Covid-19 Asal Jepara

Bantu Makanan dan Open Donasi Tabung Oksigen untuk Warga Isoman

13 Juli 2021, 10: 00: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

dr. Inggrid Camelia

dr. Inggrid Camelia (Dokumen Pribadi)

Share this      

Sebulan lamanya dr. Inggrid Camelia menjalani perawatan karena Covid-19. Setelah sembuh, tergugah membantu warga yang kesulitan mendapat makanan selama isolasi mandiri. Ia menginisiasi terbentuknya relawan Covid-19 untuk meringankan beban warga yang sedang isoman.

M. Khoirul Anwar, Jepara, Radar Kudus

”BAGI teman-teman di area Jepara Kota dan Mlonggo yang terkena Covid-19 dan susah mencari makanan (tidak ada keluarga/ngekos) dan tulang punggung keluarga, pekerja harian yang setiap hari mencari makan silahkan menghubungi 085159862955.

Baca juga: Mabuk, Terus Motore Tabrakan

Insya Allah akan kami sediakan makanan sehari-hari untuk beberapa orang selama isoman sepuluh hari. Silahkan foto hasil antigen (+) beserta KTP. Data diri akan kami rahasiakan. Makan akan kami kirimkan sampai depan rumah. Semangat sembuh. Gratis.”

Itu pengumuman dr. Inggrid Camelia di media sosialnya untuk menggalang bantuan sekaligus membuka pendaftaran bagi warga yang isoman. Awalnya, hanya melayani Jepara dan Mlonggo. Hingga kemarin seluruh area Jepara sudah ter-cover. Kecuali Kalinyamatan dan Pakis Aji.

”Belum dapat relawan. Kurang dua wilayah itu saja,” kata dokter umum kelahiran Jepara, 28 Maret 1992 itu.

Semula ia terpapar Covid-19. Gejala sedang. Sempat dirawat di rumah sepekan. Tapi  keadaan makin memburuk. Sampai masuk rumah sakit dan terjadi penggumpalan darah.  ”Setelah sembuh saya jadi tahu rasanya bagaimana kena Covid-19. Sangat tidak enak dan menderita. Sesak nafas, demam. Sampai tidak bisa ngomong pernah saya rasakan,” kenangnya.

Setelah berhasil berjuang dan sembuh, muncul kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat. Ia beranggapan pasti banyak yang secara ekonomi terdampak. Karena ia sendiri juga punya usaha coffee shop. Belum lagi yang kerjanya untuk makan hari itu. “Sehingga saya mulai membuat gerakan ini. Supaya orang-orang yang sedang sakit apalagi kesulitan ekonomi untuk membeli makanan bisa terbantu,” imbuhnya.

Ia tak sendirian. Sepakan berjalan, sudah ada lebih dari 20 relawan bergabung. Menjadi donator atau pengantar makanan. Terdapat 15 warga isoman yang saat ini masuk daftar penerima bantuan.

”Selain makanan, kami juga open donasi tabung oksigen yang tidak terpakai lagi. Ada 12 tabung sudah terpinjam semua,” katanya. 

Di luar tim yang ia bentuk, para relawan yang tergabung justru tidak saling kenal. Hanya dimasukkan grup relawan untuk koordinasi.  Dia bertindak sebagai koordinator utama. Lalu ada sekretaris, bendahara, admin, penanggungjawab oksigen, koordinator relawan, dan relawan tiap kecamatan.

Prosedur kerja tim dimulai ketika ada pasien yang ingin minta bantuan makanan atau pinjam tabung. Pertama menghubungi admin dulu. Kemudian admin akan memfilter pasien tersebut.  Memenuhi syarat atau tidak.  Jika lolos akan diminta mengisi formulir di googleform.

Setelah itu akan diproses oleh sekretaris dan koordinator relawan untuk dicarikan relawan sesuai domisili kecamatannya. Makanan akan dikirim dua kali sehari. Pukul 11.00 dan 17.00. Isinya protein, karbohidrat, serat, buah, dan susu.

“Relawan ada yang masak sendiri ada juga yang dipesankan. Makanan akan dikirim sampai depan rumah warga yang isoman,” tandasnya. (*/zen/ury)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP